Hello

Kamis, 03 Desember 2009

"Kehilangan kini lebih berarti dari pada aku mendapatkanmu kembali dengan kecewa"

Semoga Allah selalu meridhai langkahmu..

Ini bukanlah salahmu. Tapi semata padaku. Tika kau tawarkan hatimu padaku. Hanya diam yang kupunya. Hingga kau menghilang sesaat. Kemudian hadir kembali tatkala hati memuncak rindu. Selalu berulang. Dalam perjalanan panjang dan penuh harap, kucoba meraba jejakmu. Tapi saat kutemukan, semu terasa ngingir 'tuk lebih dimengerti. Sakit ini kuarak sendiri. Sepi yang kuasai jiwaku. Hingga air mata ini menetes tanpa mampu dihalau lagi. Maaf akan selalu ada untukmu tanpa kau pinta tulusnya. Ketulusan yang sering kau tanyakan padaku. Kini kuikhlaskan atasmu.. "Tuhan, tunjukkan jalanku agar aku dapat sempurnakan langkahku kembali"

Salam sang Cahaya, Aurora Jingga

Rabu, 25 November 2009

D'Secret Lovely

Ssstt! We're dancing front of our students. But they didn't know if those were us. Our faces covered by something N we're wearing jacket. N all of the lamps have switched off. Only the scouting bonfire that was lighted. So amazing of this!! LET'S FOLLOW TO HOLD THE SCOUTING EVENT IN OUR B'LOVED COLLEGE!!!!

Salam sang Cahaya, Aurora Jingga

Selasa, 20 Oktober 2009

Di Atas Cinta

Dari manakah kamu itu?
Kadang datang
Seringnya menghilang
Indah, menenangkan di saat waktu mencekam
Tolong peganglah tanganku
Agar jemariku tidak lagi membeku
Hingga senyum ini bisa menjadi milikku
Semenit yang lalu
Kau baru saja berlalu
Semua karya rasa jadi menderu
Mengatasnamakan cinta di atas rindu
Ucapmu
Senyummu
Lakumu
Kesenangan perayu kalbu
Sedetik kau menjelas
Sepanjang kakiku berpijak
Otak dalam kepala malah teriak
Terbakar namamu
Diam
Tak sadarkan diri
(Halusinasi perasaan berkanvas awan,
Berwarna pelangi, tapi berkuas lidi.
Adakah yang dengar teriakku
Memekikkan perasaanku?
Lalu senyap di jalanan itu)

Salam sang Cahaya, Aurora Jingga

Minggu, 18 Oktober 2009

Untouched Feeling_"

Manis
Cintaku
Termanis
Tak bisa terjamah lara
Menelusup membalut jiwa
Seluruh kata yang kulayangkan
Padamu,
Engkau jangan hanya meliriknya
Kendati tak segar
Cintaku tak kan pernah pudar
Malah bila dibaca
Seakan tapakmu bukan manusia biasa
Tolong jangan tanyakan mengapa
Karena malam dan siang saja
Tak punya jawabannya
Tapi pastinya kau mengerti polah huruf-huruf ini
Gurauanku guratan pinta
Bila kukatakan padamu
Kuingin kau bukakan hatimu
Senyummu
Adalah nafasku
Berarti pun jangan hentikan detak nadiku
Ranum matamu memandangku
Laksana kehidupan baru bagi jiwaku
Rinduku
Luas
Harapku
Indah
Semoga tersentuh
Tanpa isakan
Inilah cinta
Yang kupunya untukmu
Mencoba menyapamu
Lewat barisan kata ini

Salam sang Cahaya, Aurora Jingga

Selamat Pagi, Cintaku

Selamat pagi, cintaku
Aku baru saja menemuimu
Dalam mimpi tidurku
Engkau tersenyum
Rasanya semua yang kumiliki
Telah kehilangan arti
Selain namamu yang ada di hati
Kucoba rogoh jiwamu di sini
Biar kudapatkan senyum termanismu
Kalau aku merasa kangen
Parasmu selalu saja membayang
Terpapar indah di antara gemintang malam
Terkuak menyemai dalam

Cintaku,
Tidurku ingin hadirmu saja
Aku menjadi bingung dibuatnya
Malam gelapku
Malam ini, kuingin terus begini
Karena sua belum milik kita
Aku seperti dituntut
Sebab malam-malamku
Kau yang rajai
"Terserah ada yang bilang ini kegilaan
Karena hanya aku yang tengah rasakan"
Malam gelap sebelumnya
Juga diselimuti asa-asa tentangmu
Seolah-olah nyawa ini
Bergantung pada nyawamu
Aku harus bagaimana lagi
Sedang rasa yang ada ini
Semakin menjadi saja

Rasaku, kangenku
Semua terbingkai atas namamu
Dengan apa aku dapat bebas
Dari kejaran nama dan bayangmu

Semoga kata-kata ini
Mempersuakan kita dalam kenyataan

Salam sang Cahaya, Aurora Jingga

Sabtu, 10 Oktober 2009

Tentang Kotaku

Kota Barabai
Berikan aku segerobak kisah
Menjadi surga
Bagi anak hulu sungai
Potretmu, selalu bersamaku
Rindangmu, ada dalam kalbu

Sepetak gang kecil, di kota Barabai
Tempatku dulu menata asa
Mengingatkanku akan indahnya keakraban
Kangen
Dengan kota, dengan sanak
Dengan sahabat, dengan semua

Saat ini
Masihkah aku bermimpi?
Menjamah kembali kotaku
Kota Barabai
Tempat citaku tertuai

Salam sang Cahaya, Aurora Jingga

Rabu, 07 Oktober 2009

Dalam Tipisnya Nafasku

Kulukis pinta ini
Dengan kuas bermata merah
Kuingin Kau rubah catnya menggelar putih
Biar serasi dengan sang kanvas
Hingga cintaku hanya Kau yang tahu

Pergi dengan namaMU adalah dambaku
Walau hatiku telah tak berwujud

Namun
Saat pandangku mulai klise
Kumohon dengan iba yang tersisa
Suguhkan dia bidadariMU

Tolong yakinkan debu ini untuk raib
Sudah habis masanya raga dekil berkarat
Kunyatakan padaMU
Sebab tanganMU yang teragung

Minggu, 27 September 2009

Back to College

Rasanya berat sekali kaki ini untuk melangkah saat keluar dari rumah untuk kembali ke asrama. Ya, setiap habis liburan lebih dari sehari memang selalu seperti ini. Padahal jarak rumahku dengan asrama tak begitu jauh. Mungkin karena aku terlena dengan lengangnya waktu di rumah..ato mungkin juga karena tugasku di asrama lebih berat. Tapi mungkin yang membut hal itu sangat terasa karena aku akan kehilangan senyum ibuku sesaat. Senyum yang tiap pagi tersuguh saatku membuka mata. Puwh..kini aku harus siap dengan setumpuk pekerjaan lagi. Cayooo SEMANGAT!

Rabu, 09 September 2009

Hati yang Kau Duakan

Engkau yang datang berhati biru
Mengetuk pintuku pagi itu
Adakah yang kau cari telah kau dapat
Paras ayu namun tiada malu

Terima kasih atas semua
Atas luka yang terlukis malam

Kalau bunga ini layu
Izinkan nyawa ini kusapu, sayang..

Selasa, 08 September 2009

;PENGKHIANAT Hati

Jangan ceritakan lagi kisah kita
Tentang cinta yang melukis duka
Lara hati cukuplah sudah
Malang terhimpit sebagai pesakitan
Bagi yang dilukai
Cinta tak lagi indah
Tak semanis mentari di awal pagi
Kubur saja kisah kita
Seolah jarum jam tak pernah menyuakan dua insan
Sang pengkhianat tak perlu juga menangis
Karena yang ditangisi berubah menjadi besi
Ingatkah dengan janji itu
Di sela napas
Dan udara di bibirmu
Yang telah mencambuk akal sehatku

;Surat Tak Beralamat

Di sore tak bermentari
Kutemukan ini
Surat tak beralamat
Dalam tahap kebingungan
Kubuka saja lipatan segi empatnya
"Aku menunggumu"
Isi baris pertama yang kubaca
"Telah lama kunanti kau, saat ini, detik ini, di mana segala ruang mengelilingimu"
Tiba-tiba kepalaku pusing
Baris kedua ini seolah memegang jemariku
"Kau tak bisa lama di sini. Ikuti langkahku"
Badanku mulai menggigil
Keringat dingin mengucur membalut tubuhku
"Tengoklah pada bunga di sisi kananmu. Biarkan wanginya menelusup parumu"
Kulakukan saja semua
Hingga semuanya gelap

Samar-samar kudengar kalimat syahadat
Kuikuti dalam hati saja
Sedikit cahaya membuka mataku
Kupandangi rupa orang yang ada di depanku
Paras ini tak lagi asing bagiku
Dia mengulurkan tangannya ke arahku
"Nak, sudah saatnya engkau pergi mengikuti jejak ayah"
Lalu tak kudengar lagi apa-apa
Hanya titik-titik yang tersisa

Rabu, 02 September 2009

Untuk adikku M. Padli

Dulu dia anak yang manis
Dulu dia anak yang baik
Dulu dia anak yang manut
Dulu dia anak yang hormat
Tapi kini..
Dia sering mengamuk
Tapi kini dia sering berkata keras
Tapi kini dia sering berontak
Tapi kini dia menjadi kacau
Karena dia merasa kehilangan
Kehilangan sosok lelaki yang menjadi tumpuannya
Dia belum siap kehilangan

Adikku..
Dunia tidak berhenti berputar
Walau kau telah kehilangan orang yang kau cintai
Jalan hidupmu masih panjang
Masih banyak tugas yang kau belum laksanakan
Mengertilah tentang semua ini
Tentang keadaan ini
Karena hidup terkadang tak seperti yang kita ingin & harapkan

Bersabarlah dengan cobaan ini
Insya Allah semua kan ada hikmahnya..

Jumat, 03 Juli 2009

Do not disturb me!¡!

Akhir-akhir ini banyak sekaleee no baru masuk no'Q. BiasaAaAa..arteEEs gichu loch! Tapi lebih benci lagi k'lo ada sms keseringan masuk dr orang yg sama. Oke, k'lo sms'x penting banget.. Tp ini? Cuma nanya G'mana kabar? Lagi ngap├Žn? Udah makan? Udah mandi? Lagi di mana? Sama siapa? Sedang sibuk? Sibuk apa? dst. K'lo d'lanjutin lumayan banyak juga. Hayo, bagaimana pendapat kalian k'lo kalian yg dapat sms cuma seperti itu tiap hari & hanya berselang waktu paling lama 1 jam? Bete juga g' seE? U know, in last my emotion broke out. My lovely act was lost. Huhhh.. I'm so sorry of these. B'coz u too disturb me.

Sabtu, 27 Juni 2009

Song lyric

"Sebenarnya kuingin kau sayangi.. Sesungguhnya kuingin kau pahami..
~Maafkan aku yang t'lah duakan hatimu..
**Dengan tak sengaja kumencintainya.. Dia yang menjagaku hingga hati ini miliknya.. Bila kau ingin hanya engkau hatiku.. Bisakah kau takluk hatiku, mampu kah kau terangi jiwaku.. Dengan cinta..
Dengan cinta..
"Sebenarnya kuingin kau sayangi.. Sesungguhnya kuingin kau mengerti

Kamis, 25 Juni 2009

Session of heart

Suatu hari.. Suatu saat.. & Suatu waktu itu detik yang tak tentu. Waktu hebat membawa segalanya. Kadang membawa dekat, tp seringnya membawa jauh. Menggertakkan sendi-sendi ulu hati, menuai kecewa. Waktu telah menampaku menjadi batu. Walau dalam hakikatnya sosokku memucat lemah. Paradigma telah berubah. Musim selalu berjalan. Aku masih di sini, belum berbeda. Tapi waktu terus saja menghimpitku dalam, hingga ku tak kuasa lagi tuk berdiri.. bahkan tuk sekedar menyapa ufuk biru. Sang cahaya jingga ini telah tenggelam di dimensi gelap. Berantai bersama pasir-pasir putih titipan elang. Telaahan ranum ini pun hanya titipan. Ya, sebatas titipan. Tak berani kumenimangnya lama. Karena kusadar ia mulai meminta paruku. Milikku hanya ini. Sedangkan bila ini dipinta jua, setega apa ia menadahkan jari-jemarinya?!
Waktu begitu merajai segalanya. Andai pun kuberlari, ku tak yakin akan dapat menggapai masa itu.. Masa yang tlah terabai..

Senin, 08 Juni 2009

About dedication

On Sat' at 6th June '09
Today, I'm success from senior high school. But I'm chosen as a teacher in my boarding school. I don't know how is my feeling. All my closest fellows none being teacher here. I'm sad? Yeah, of course.. More too sad. Because there aren't again my friends around me as Al-ghorieb N Gunroses Mania. But everyone adviced me, that I have to thank to Allah SWT on this. I'm happy? Yeah, because my striving since six years isn't vain. Hmmm.. Pray me may I can do the best for all..

Sabtu, 30 Mei 2009

"L'fantasi D'liberte" 2008/2009 Graduation

{Yes, we are saying "goodbye", but we'll always keep in touch...
And remember,
Just because we said "goodbye", it doesn't mean we're gone forever...
Six years have been passed throught altogether. The days felt too meaningful to be learned.
The time was gathering us in the hard condition & situation. Till the time also will part us.
Good bye all my closest fellows..
The time we shared will always be in my heart..}

Signed me, Ms. ell

Rabu, 27 Mei 2009

Poetry "Am I really fool?"

I'm felt fool.. Listening the song we've sung together.. Sometime I smile 2 think of it.. But sometime the tears also stream over my eyes..

I don't get the clear of my thought.. I'm still in confused.. I'm fool

In fact, these all words unvailable 2 be read.. But my finger always only write continual 'bout it.. I'm fool

I don't know where is the point of the hurt.. I'm fool.. Remembering the time we've passed throught.. I'm fool

Too hard revealation.. I'm fool.. It wouldn't be up of my fool..

Selasa, 05 Mei 2009

Curhat "BINGUNG"

On Tues' at 5th May 2009
None cares me.. As just me D'trouble.. I'm in D'confused situation.. I'm sorry if me just a load 4 all.. I used to stay alone.. I'm not some1 everyone hopes.. I.. I.. I'm not meaningful..
On Tues' at 5th May 2009
None cares me.. As just me D'trouble.. I'm in D'confused situation.. I'm sorry if me just a load 4 all.. I used to stay alone.. I'm not some1 everyone hopes.. I.. I.. I'm not meaningful..

Selasa, 21 April 2009

Muyak!

On Tues' at 21st April'09
t0 g' seE.. Barusan aQ biz buka FS mantan'Q?! G' t0_na dia dah dapet pengganti'Q. aQ sakit hati banget dia bisa ngelupa'n aQ s'mudah itu. Q'do'a,in biar suatu saat nanti dia rindu BUWANGET, BUWANGET sama aQ! Heh..emang dia siapa?! So0Oo0Ok!!!

Cemburu?!!
Ya g' laaAA..
Wong kita dah lama putusan! Sebel aja kaleEE..

Sabtu, 07 Maret 2009

In memoir "Cinta pertamaku bukan pacar pertamaku"

Saa kau membuka
pintu hatimu
mungkin aku telah jauh
meninggalkan dirimu
dan kenanganku
rasa kecewaku padamu

Memang kau yang terindah
yang pernah tercipta
namun bukannya kau harus
sia-siakan aku
dengan s'gala tingkahmu
rasa kecewaku padamu

Biarkanlah aku
mengembara jauh
kuhapus luka kecewa
karena cintamu

Jangan kau sesali
kenyataan ini
sebab kubahagia lepas
dari jeratmu, dari jeratmu

Jumat, 06 Maret 2009

Curhat "BeTe"

On Fri' at 6th March'09

GaWwWwWwWwatch's! File untuk ulangan praktek produktif besok hilang diserang virus. TuluUuUuUuUung.. Hampir stress nach, cing! Help meEeEeEeEe...

Rabu, 04 Maret 2009

GRAMMAR

What is GRAMMAR?
Grammar is a body of rules for speaking or writing and given language
OR…
Grammar is a science that teaches us how to speak, to read and to write correctly

PARTS OF SPEECH
 There are eight Parts of Speech (Bagian-bagian dalam Berbicara)
1. NOUN (Benda)
Ex: Table, Chair, Pen, etc.
 The book is on the table.
2. PRONOUN (Kata Ganti)
Ex: She, He, They, It
 The girl is standing there. She is Ellen.
3. VERB (Kata Kerja)
Ex: Study, Work, Eat, etc.
 I am studying hard.
4. ADVERB (Kata Keterangan)
Ex: Correctly, Loudly, Very, etc.
 Ben sings loudly.
5. ADJECTIVE (Kata Sifat)
Ex: Beautiful, Big, Clever, etc.
 The waitress is beautiful.
6. CONJUCTION (Kata Sambung)
Ex: And, Or.
 I and you are friends.
7. INTERJECTION (Kata Seru)
Ex: Hi!, Wow!, Shit!, etc.
 Hi, Ellen!
8. PREPOSITION (Kata Depan)
Ex: On, Before, By, etc.
 Don’t sit on the table!


GENDER
Gender is the form of the word male or female.
There are four kinds of gender:
1. MASCULINE GENDER
Is the name which has characteristic of male sex.
Ex: Father, Boy, Uncle, etc.
 He is my beloved father.
2. FEMININE GENDER
Is the name which has characteristic of female sex.
Ex: Mother, Lady, Woman
 She is my beloved mother.
3. COMMON GENDER
Is the name of living thing and can be either male or female.
Ex: People, Student, Parent, etc.
 Those are people.
4. NEUTER GENDER
Is the name of non living thing and can be either male or female.
Ex: Chalk, Blackboard, Desk, etc.
 The chalk is in the box.

There are three forms of gender:
I. Changing of Ending
Masculine Feminine
 Actor  Actress
 Author  Authoress
 Waiter  Waitress
II. Changing of Words
Masculine Feminine
 Boy  Girl
 Brother  Sister
III. Changing of Words, Before and After
After Before
 Grandfather,  Boyfriend,
Grandmother Girlfriend
 Grandnephew,
Grandniece

GERUND
Gender is the verb in -ING form ( Verb + Ing) that has function as a noun. Gerund used as subject, object, complement and modifier noun.
Ex: Cooking, Drawing, Riding, etc.
1. Sebagai Subjek
Ex: Cooking is a good hobby.
2. Sebagai Objek
Ex: I don’t like smoking.
3. Objek Kata Depan (Object of Preposition)
Ex: They are found of climbing mountain.
4. Sebagai Komplemen / Pelengkap
Ex: Mr. Afif‘s favorite sport is bicycle riding.
5. Sebagai Penjelas Noun (Modifier of Noun)
Ex: The waiting room is very large.
6. Menyatakan Larangan
Ex: No Smoking!
Note: Ada beberapa kata kerja yang harus diikuti oleh gerund, yaitu:
 Mind  Enjoy
 Finish  Risk
 Forgive  Suggest
 Allow  Miss
 Understand  Postpone
 Appreciate  Quit
 Avoid
 Consider
 Delay
 Discuss
Ex: I don’t understand answering the questions.
I consider going to Duta Mall.
TENSES
1) SIMPLE PRESENT TENSE
(+) I eat the rice
(–) I do not eat the rice
(?) Do I eat the rice?

2) SIMPLE PAST TENSE
(+) I ate the rice
(–) I did not eat the rice
(?) Did I eat the rice?

3) PRESENT PROGRESS TENSE
(+) I am eating the rice
(–) I am not eating the rice
(?) Am I eating the rice?

4) PAST PROGRESS TENSE
(+) I was eating the rice
(–) I was not eating the rice
(?) Was I eating the rice?

5) PRESENT PERFECT TENSE
(+) I have eaten the rice
(–) I have not eaten the rice
(?) Have I eaten the rice?

6) PAST PERFECT TENSE
(+) I had eaten the rice
(–) I had not eaten the rice
(?) Had I eaten the rice?

7) PRESENT PERFECT PROGRESS TENSE
(+) I have been eating the rice
(–) I have not been eating the rice
(?) Have I been eating the rice?

8) PAST PERFECT PROGRESS TENSE
(+) I had been eating the rice
(–) I had not eating the rice
(?) Had I been eating the rice?

9) FUTURE TENSE
(+) I will eat the rice
(–) I will not eat the rice
(?) Will I eat the rice?

10) PAST FUTURE TENSE
(+) I would eat the rice
(–) I would not eat the rice
(?) Would I eat the rice?

11) FUTURE PROGRESS TENSE
(+) I will be eating the rice
(–) I will not be eating the rice
(?) Will I be eating the rice?

12) PAST FUTURE PROGRESS TENSE
(+) I would be eating the rice
(–) I would not be eating the rice
(?) Would I be eating the rice?

13) FUTURE PERFECT TENSE
(+) I will have eaten the rice
(–) I will not have eaten the rice
(?) Will I have eaten the rice?

14) PAST FUTURE PERFECT TENSE
(+) I would have eaten the rice
(–) I would not have eaten the rice
(?) Would I have eaten the rice?

15) FUTURE PERFECT PROGRESS TENSE
(+) I will have been eating the rice
(–) I will not have been eating the rice
(?) Will I have been eating the rice?

16) PAST FUTURE PERFECT PROGRESS TENSE
(+) I would have been eating the rice
(–) I would have not been eating the rice
(?) Would I have been eating the rice?

RUMUS TENSES
1) S + V1 + O
2) S + V2 + O
3) S + am/is/are + V1 + ing + O
4) S + was/were + V1 + ing + O
5) S + have/has + V3 + O
6) S + had + V3 + O
7) S + have/has + been + V1 + ing + O
8) S + had + been + V1 + ing + O
9) S + will/shall + V1 + O
10) S + would/should + V1 + O
11) S + will/shall + be + V1 + ing + O
12) S + would/should + be + V1 + ing + O
13) S + will/shall + have + V3 + O
14) S + would/should + have + V3 + O
15) S + will/shall + have + been + V1 + ing + O
16) S + would/should + have + been + V1 + ing + O
Note: I → am, was,
You, We → are, were
She, He, It → is, was
(Do not: Don’t, Did not: Didn’t, Will not: Won’t, Shall not: Shan’t, Would not: Wouldn’t, Should not: Shouldn’t)

Kalimat terbagi menjadi dua, yaitu
1. NOMINAL SENTENCE (Kalimat Nominal)
Yang dimaksud dengan Kalimat Nominal adalah kalimat yang predikatnya tidak terdiri dari kata kerja, ex:
 I am a student (Noun)
 My Father is handsome (Adjective)
 Mr. Afif is there (Adverb of Place)
 It’s sevent o’clock (Adverb of Time)

2. VERB SENTENCE (Kalimat Verbal)
Yang dimaksud dengan Kalimat Verbal adalah kalimat yang predikatnya terdiri dari kata kerja. Kalimat verbal terbagi menjadi dua, yaitu:
a) TRANSITIVE SENTENCE
Kalimat Tarnsitif adalah kalimat yang predikatnya memerlukan objek.
Ex:
 I am writing the letter
 Rina is singing a song
 Deni and Doni are playing tennis

b) INTRANSITIVE SENTENCE
Kalimat Intransitif adalah kalimat yang predikatnya tidak memerlukan objek.
Ex:
 I am trying to reach you
 Mr. Afif is praying to the God
 The boys are going to school




CONDITIONAL SENTENCE
Conditional sentence memiliki tiga tipe
1. Type I ( Simple present + Simple future)
Ex:
 If I have much money, I will buy a car
 If I go, I will arrive

2. Type II (Simple past tense + Past future)
Ex:
 If I had much money, I would buy a car
 If I went, I would buy a car

3. Type III (Past perfect + Past future perfect)
Ex:
 If I had had much money, I would have bought a car
 If I had gone, I would have arrived

*Conditional sentence terbagi menjadi dua, yaitu Real Condition dan Unreal Condition.
1. REAL CONDITION (Type I)
Habit → If it rains, I drive
Future → If it rains, I will drive
Command → If it rains, drive!

2. UNREAL CONDITION (Type II & III)
Dan biasanya dalam kalimat pengandaian, yang dipakai adalah type II

My messages for a leader


On wed’ at 25th Feb’09
Selamat atas diangkatnya ade kita M. Hasan dari Grogot sebagai Ketua OPPM dan ade Abdi Khairil Mihan dari Ilung sebagai Ketua Bagian Keamanan. Semoga jalan kalian dalam mengemban tugas-tugas suci tersebut dimudahkan oleh Allah SWT (amie….n!!!).
Pesan kaka:
-Jangan sombong dengan pangkat di dunia
-Jangan lupakan tugas utama kalian sebagai seorang penuntut ilmu
-Semakin dekatkan diri denganNya, agar kalian terhindar dari godaan setan yang sewaktu-waktu dapat meruntuhkan iman kokoh kalian
-Jadilah seorang pemimpin yang sholeh, baik hati, penyabar dan mau menerima masukan dari yang dipimpin
-Terakhir… jangan pernah tinggalkan sholat fardhu karena kesibukan dan teruslah berdo’a agar hati tetap dijaga olehNya

Great me,

eLL_cute

Had followed debate competition

On Satur’ at 28th Feb’09
Today I have followed English Debate in SMA 2 Kandangan. But my team is not the winner, ‘though we successed to enter the 2nd session. It’s comfort for us I think… because we’ve never done it before. In the next year… I wish to all my sisters for winning the competition… Wish you luck!
Oops! Special thanked I say to ma’am zara (St. Sarah), who supported and taught us sincerely whole her spare time.

On Thurs’ at 26th Feb’09 THE HISTORY OF PRESENCED ABSENT IN MASJID

Hari ini ada kejadian penting banget dalam hidupku. Bagaimana tidak, aku termasuk satu dari lima belas pelopor sejarah diadakannya pengabsenan ke mushalla tiap shalat fardhu kecuali hari libur asrama. Pokoknya kapok dech ga’ ke mushalla. Malu-maluin diri plus teman plus ortu. Mau tahu ceritanya? Let’s check it up…
Karena hari kamis adalah hari libur asrama kami (aneh ga’ tuch?!). Jadi aku sama maftukah (teman sekamarku yang kuceritain dulu) langsung minggat ke kamar mandi setelah lonceng bangun tidur. Habis mandi aku pergi ke kelas (maftukah belum kelar ya dari mandinya). Bukan untuk belajar, tapi untuk shalat subuh (ckckckck!!). Pasalnya di kelas udah ada yang mejeng duluan. Jadi aku minjem mukena temanku itu untuk shalat. Dan inilah detik paling menegangkan dalam sejarah sang pelopor pengabsenan ke mushalla. Tahu apa yang terjadi?! Nia temanku panik dan spontan menutup pintu kelas yang tadinya tidak tertutup karena melihat dua guru senior menuju ke arah kelas kami. Deg, deg, deg, deg, jantungku berdegup begitu ketika ada orang yang menggedor pintu kelas. “Hi, who are in class?”. Aku yang belum selesai shalat langsung gemetaran takut, untungnya waktu itu aku udah pada tahiyat akhir. “Wait a moment ma’am!”, nia menjawab dengan suara yang juga bergetar. Yang lainnya juga ga’ kalah kagetnya, hingga langsung terbangun dari tidur (pasalnya ada yang kembali nambah waktu tidur ba’da shalat). “Oooooh, what are you doing here?”. Aku sech hanya diam sambil merapikan mukena yang baru kupakai (biz emang salah). Setiap orang yang ada di kelas itu ditanya dan menjawab dengan alasan yang beragam. Dan kini tiba giliranku… “Ell, have you gone to masjid?”, ma’am lenny menanyaiku. Dengan kepala menunduk kujawab saja pertanyaan beliau dengan jujur, “Not, ma’am”. “Now, you all have to go to masjid!”, kata ma’am hanif.
Di pelataran mushalla kulihat sudah ada ma’am hamna yang stand by. “Duuuuuuuh, malunya”, batinku. Setelah semua kelas XII SMK dan MA terkumpul, kami langsung dimarahi habis-habisan sambil diceramahi tentunya. “Duassar… udah gede’-gede’ masih aja nakal, bla, bla, bla….. udah diperingatin berapa kali, bla, bla, bla… ke mushalla di sini itu wajib, bla, bla, bla…”, panjang dech pokoknya. “Mengapa sech k’lo aku ke mushalla ga’ ada razia kaya’ gini?”, batinku berontak. “Pasti kalian berfikir mengapa baru hari ini baru pemeriksaan kaya’ gini? Yah, jawabannya karena inilah hari yang akan menjadi sejarah diadakannya pengabsenan ke mushalla di asrama ini!”, ma’am hamna berkata dalam ceramahnya pagi itu, seolah-olah bisa menebak isi kepalaku. “Untuk setiap kesalahan pasti ada sanksinya, jadi sanksi untuk kalian adalah... 1. Menjadi imam shalat subuh, maghrib dan isya di mushalla satu hari untuk satu orang, 2. K’lo menjadi ma’mum harus berada di shaf pertama setelah imam. Asal kalian tahu, ini adalah hukuman yang termasuk ringan untuk kesalahan yang kalian perbuat!! ”, ma’am memutuskan hukuman untuk kami. Jadi sejak hari itu, pengabsenan kehadiran di mushalla setelah shalat fardhu pun berjalan.
Yup, itulah sejarah dari pengabsenan ke mushalla. Yang dipelopori oleh:
Purwa, Irus, Alima, Ciqmah, Rahmi, Hilma, Fuzah, Ell, Lisda, Nia, Ami, Tukah, Wati, Windi dan Rifqy.
Dan pesan mba’ untuk kelas XII taon depan, kalian jangan sampai kaya’ senior kalian yang sudah-sudah yaaaaa?!! Must be the best

My friends said me:

Ell tuh orangnya:
*Cuex
*So imut (tapi emang imut)
*Aneh
*Rame’
*Ga’ nyambung (kadang)
*Pancilingan
*Nyenengin
*Jarang sharing sama kita-kita
*Kadang bikin boring, tapi kadang bisa bersikap dewasa
*Pinter (tapi jangan pelit ya dengan kepintaran kamu)
*And last, always ceria
But however you, you’re still my best friend!!
By:Miss RifQy T.R

My reply:
RifQy ne temanku yang k’lo teriak, semua orang bakal nutup telinga (so pasti dong, masa nutup hidung! Eh, ga’ nyambung… heeee). Suaranya lucu,kaya’ orangnya juga. Eh, ‘ntar jangkungnya dibagi ke aku dikit ya?! Biar tinggimu reduced (becanda’ae…).
Thank you rifQy....................

Ellen, kamu tuh:
#Muyakiiiiiiiiiiiiiiiiii
#Panyarikaaaaaaaaaaaaaaaaaaaan
#Panguliran
#etc.

By:Miss Maftukah

My reply:
Maftukah ini temanku yang paling sering aku jahilin. Tahu kenapa?
Soalnya orangnya rada alim banget gitu, jadi pas dia ngomong aku tuh sering ngerasa geli melihat wajahnya. Bukan karena wajahnya lucu sich, cuma iseng aja. K’lo lagi bengong, bibirnya maju lebih lima senti. Jadi teman-teman yang lain sering manggil dia monyong. Tapi dia itu temanku yang baik lho... teman sekamar di asrama, teman sekelas, teman seperjuangan, teman sepatu, teman sendok, teman sekop (nah tuh, errorku kumat, maaf ya... becanda’ae heeeeeeee!!!). Pernah suatu hari aku kena jebakannya, dia kan ngajak aku ke kantin tuh… trus pas mau bayar, dia bilang apa?! Who can guess me?! Yup, dia bilang gini, “Cil, yang bayar punya saya Ellen, yaaaa?!!”. Kaget juga sech waktu itu, tapi daripada malu-maluin yach kubayarin aja. Jengkel amat dech waktu itu, dianya sech cuma ketawa lebar dengan kemenangannya. Eitz, tapi bukan berarti aku kalah lhooo!! Yach musti aku balas lach, masa kalah gitu aja. Pas mau ke kantin lagi kubilang sama maftukah gini, “Kah, ‘ntar k’lo di kantin tanya’in apa yang ingin kubeli ya?!”. Bingung juga sech dia waktu itu, tapi daripada ngambil pusing omonganku mungkin, jadi dia ngangguk aja (kan, kata teman-teman I’m a strange lady). “Len, mau beli apa?” Tanya maftukah. Spontan kujawab, “yang ini, yang itu, ini, itu, sing iki, sing iko, that, this?” macam-macam dech pokoknya. Lalu dengan enteng kubilang sama penjaga kantin, “Cil, punya saya dibayarin sama Maftukah”. Sodara-sodara mau tahu ekspresinya waktu itu gimanaaaaa..?!! Manyun, euy!!! Ckckckck! Kena dech lho!

Lit. ‘bout Ell
Ellen tuh orangnya:
@Pinter, tapi k’lo udah error ga’ kelihatan lagi pinternya
@Jahil, k’lo ‘dah ngomong ga’ bisa ngerem alias blong
@Selalu ceria, terkadang aneh… sangat aneh
@Jarang marah tapi suka manyun
@Do’i juga suka bikin teman-teman di kelas jadi sewot gara-gara suka ga’ care sama teman k’lo dicall
@Terkadang orangnya cenderung bikin anak-anak bingung atas sikapnya
@Terakhir, orangnya cantik tetapi tetap cool sama yang namanya kaum adam…
Eitz, satu lagi! Do’i juga suka mancilingi anak orang loh… ati-ati aza..
The end, bye…
By:Maria U

My reply:
Maria ulfah? Iseng... sama aja dengan aku, cerewet... malah lebih dari aku, pokoknya banyak yang sama dech...!!! Cuman ratingnya aja dangkal dikit dari ratingku. Ne partnerku ngusilin teman (jangan kira ya, aku beraksi sendiri?!). tapi dia nih suka TP-TP, coy!! Sering buat aku rada gimanaaaa geto dengan tingkahnya itu. Heeeee…

Ellen is:
CUEX………................ banget orangnya
Katuju maulah aku muyak, tapi dewasa 25%
Egois 25%, care 25%, A good girl 50%
He, heeeeee…
By me, Aminorrahmi

My reply:
As a good lady just 50%?!!! It’s mean I’m as a bad lady is 50%, too… Oh, NO!!!
Aminorrahmi ne temanku yang suka punya obsesi GUWEDE’ banget (kira-kira se-apa, hayoo..?!!). Tapi kerjanya dominan ga’ dukung obsesinya, biz suka bobo waktu guru ngejelasin pelajaran. Alhamdulillah otaknya encer juga. Dia tuh sukanya cengenges-cengengesan dan kekanak-kanakan, sampai aku BT abiez dibuatnya. Tapi dia itu juga temanku yang baik, teman sebangkuku juga lho…?! Sering aku dan ulfah ngegoda’in dia karena bibirnya rada mirip kaya bibir seorang seleb. “Eh mi, coba dech kamu bilang kata TUJUH!”. Huahhhahaaaaa, monyongnya lumayan setara dengan maftukah (Ops, sorry!). Maksudnya kaya artis tadi tuh…

Ell tuh orangnya:
*Selalu ceria, anaknya rame
*Banyak anehnya, sering marangut. Mungkin bagi yang baru kenal pasti nyangka dia tuh panyarikan, padahal engga’
*Bisa bikin teman sekelas heboh tertawa dengan segala keusilannya, kadang bikin boring juga
*Dilihat dari tampangnya, dia orang yang ga’ pernah punya masalah, karena dia bisa menyelesaikan masalahnya sendiri
*Pinter, imut, suka ceplas-ceplos and k’lo udah action, gayanya paling OK
By:Miss Sapnah

My reply:
Emang bener tuh kata mba’ sapnah…
Sapa yang baru kenal aku pasti ngira aku ini pemarah, biz bawaannya cool k’lo baru kenal. Alasannya sech takut image runtuh (bukan lagi jatuh, biz pasaran k’lo jatuh mulu). Dia ini termasuk temanku yang kalem, adem ayem, bayem, pohon palem (lho,lho,lho… ga’ nyambung lagi kan tuh?!).

Love for dad


Darrr, darrr…
Terdengar bunyi gelegar guntur mengiringi hujan yang menghiasi hening malam. Kami sekeluarga berkumpul di ruang tengah. Tiba-tiba kudengar adikku bertanya pada ibuku, “Ma, abah kahujanan lah di kubur? Kaya’ apa sidin di kubur saurangan?”. Sudah 2 menit berlalu, namun tak jua kudengar sepatah kata pun keluar dari mulut ibuku. “Kaya’ apa he, ma?”, adikku kembali mengulang pertanyannya.
“Adly…, abah kada usah dihara akan, abah baik haja di sana bila Adly sambahyang lima waktu kada ditinggal. Iya lah, ka rora?”, aku tak menyangka ibuku meminta dukunganku atas jawabannya. “Inggih, ding ai… lawan pian jangan kada ingat jua mambaca do’a ibu bapak satiap imbah sambahyang. Supaya Allah sayang abah wan mama kita”, jawabku.
“Kaya’ apa di dalam kubur tu, ma? Ujar iwan kadap, bujurlah?”, adikku kembali bertanya. “Bila amal ibadah kita di dunia ni banyak, maka kuburnya tarang wan lapang. Tapi mun kita banyak manggawi maksiat, maka kuburnya kadap wan halus”, ibuku menjawab dengan bijak.
Aku beranjak dari ruang tengah menuju kamar. Tak dapat ditahan, setetes air hangat pun jatuh dari salah satu sudut mataku. Aku tak ingin terlihat lemah di depan adikku. Aku tidak ingin dia melihat air mataku karena mengenang ayahku. Aku ingin dia tumbuh menjadi lelaki yang teguh dan kokoh. Aku ingin jiwanya tegar, hingga tak akan ada kalimat Sabar itu ada batasnya.
Ya Allah…, tabahkanlah hati kami yang ditingggalkan olehnya. Lapangkanlah alam kuburnya dan jadikan kami anak yang shaleh dan shalehah Semoga abi disayang Allah (Amien… ya Rabbal ‘Alamien).

This is dedicated for my lovely dad

PUISI_ku with theme "Love in Gokil

BUNYI SMS
Tat, tit, tut: bunyi tombol Hp-ku
;Hai, bagaimana kabarmu?
Tut, tit, tat: pasti kau balas pesanku
;Baik, terima kasih ya sudah Tanya kabarku?!
Maaf, ini siapa?
Dag, dig, dug: detak jantungku cepat
;Cahaya
Dug, dig, dag: tentu kau tak menyangka
;Oh, Aurora?!
Tak, tak, tak: jarum jam pukul duabelas malam
Tik, tik,tik: hujan turun tengah malam
Dingin?
Tidak, malah gerah
Kau hapus nomor ponselku di Hp-mu
Marah?
Tidak, tapi kecewa
Selebihnya malu

BINGUNG
Mengapa puisiku ini sampai berangka, sayang
Satu…
Dua…
Tiga…
Empat…
Lima…
Tak bisa kutebak kapan habisnya
Karena tanganku terus saja menggores
Rindu…
Haru…
Cinta…
Canda…
Tawa…
Emmm, aku tersenyum bodoh, sayang
Apakah kau melihatku?
Mengapa kau menjauh?
Takut?
Sayang… sayang…
Aku tak gila, sayang!
Aku hanya dijebak kegilaan
Gila mendengar suaramu
Gila melihat wajahmu
Gila mencium wangimu
Gila menegecap sayangmu
Gila karena menggilaimu
Bait ini tak kan bertitik
Ma’af membuatmu risih!

At 30th Nop’ 08
Untuk lelaki dambaan;
Aku sangat mencintaimu
Oh bukan, mengagumimu
Ya, mengagumimu
Hanya mengagumimu
Itu saja
Maka jangan kau paksa aku lagi
Untuk mengatakannya
Kata itu
Yang itu
Tentang cinta padamu
Aku tak ingin ditertawakan Tuhan
Gara-gara mencintaimu
Ma’af, ralat
Aku tak ingin diejek Tuhan
Walau hanya dengan ketawaNya
Yang sakit adalah aku
Bukan kamu
Yang parah adalah hatiku
Bukan hatimu
Aku masih takut
Membongkar kalbu
Aku tak ingin ditemukan tanpa wangi
Sudahlah jangan memaksaku
Aku keropos

PUISI_ku with theme "Perjalanan Sajak"


KOTAMU CINTAKU
Hari ini aku ada di kotamu
Kota impianku
Kota yang sering kutengok dulu
Walau hanya lewat sebuah peta

Andai kau tahu
Sekarang aku ada di kotamu
Kota yang sering kau banggakan padaku
Walau kau tahu apa peduliku

Sayang…
Itu lima tahun yang lalu
Mungkin kau telah melupakanku
Orang yang tak dapat melupakanmu

Kan kunikmati kotamu sendiri
Menapak tilas jejakmu di sekeliling pantai
Memandang nanar ke langit gelap kota
Menjelajahi gemerlap lampu malam kotamu

BATAS
Kutegakkan wajahku
Menatap ambang air samudera
Yang tak lagi kupandang biru
Karena tercampur warna siluet senja

Aku duduk di atas pasir
Berharap pasir ini pernah kau sentuh
Sekilas kutersenyum mengingatmu
Suara tegar namun tak pernah buyar

Aku tahu jejakmu denganku saat ini
Tak sejauh dulu lagi
Ingin rasanya kau jemput diriku di sini
Yang coba menghalau mentari pergi

Namun kuyakin
Tirai kali ini lebih kuat
Karena sebersit angan menawanmu
Dalam ruang yang tak mampu tersingkap

MENGURAS HATI
Daun kering terseka angin
Luruh pelan jatuh di sampingku
Mengambil pusat perhatian pikirku
Yang sedang merehat waktu

Ranting saja rela melepas daun penghiasnya
Tapi mengapa aku sungguh keras kepala
Tetap duduk di sini
Walau tahu kan sia-sia

Separo hati ini
Memang bukan milikku lagi
Karena separo hati ini
Telah rela kubiarkan pergi

Aku masih punya asa sempurna
Yang dapat kupersembahkan untuk sang jiwa
Namun pabila yang satu ini dipinta
Apakah mesti akan kuberi jua?

SAKIT
Kini embun tak lagi ada
Kalah mengucil di antara tetesan hujan
Musim mengantar waktu pada cinta yang tertahan
Menyelaras masa berhutang rindu

Banyak cinta kuperoleh darimu
Senda tawa kau bingkis untukku
Namun saat kumemikirkan dirimu
Tak dapat lagi kulalui waktu bersamamu

Kala hati ini ingin disapa
Kemayaan datang menawan suara
Lagi-lagi kalah terselaput riak hujan
Yang semakin sering menemani malam

Duh Gusti!
Mengapa rasa ini harus terhenti di sini
Sedangkan kau mengerti
Ini sudah yang kesekian kali

PERJALANAN SAJAK
Sudah tiba saatnya aku pulang
Perjalanan ini telah sampai disini
Tak perlu lagi ada yang dicari
Karena aku hari ini kembali

Tercapai sudah hasrat lama
Menjengukmu di ujung senja
Pertautan maya dengan nyata
Menjadi kisah perjalan sajak

Kupenuhi sudah janjiku
Yang sering kau pinta padaku
Walau sebenarnya tak kutemui ragamu
Kecuali bekas nafas dan jiwamu

Selamat tinggal
Semoga tak ada sesal
Pertemuan ini hanya sekali
Namun kuharap cukuplah bagi jiwa ini

NEVER LET GO…
You came to me once
Stay in my imagine for a lifetime
Never let me go
Because never let you go

Don’t be confused
Because the heart is you
Somehow I falled here
Into your love deeply

Cannot get off easy
Holding too tight
You limited my freedom
Right across standing behind you

Hi,
I call you
Please, more…
Never let me go!
Forever…

I’M ZERO
My heart was numb
Followed close his spirit
Gonna far along
Around limitless area

Since the time
I were died
Although still caught on the earth
I didn’t have a soul

My soul was lost
Looked too pale among the stars
Unseeable in the dark night
Really, really poor

My heart is limp
It almost his
Perpetual his
Forever his

Mine?

;Mine just blank

FIVE
Five is not evenness
Five is not much
It’s just more than four
Little than six

I’m frustrated
Because of five
I’m dizzy
Because of five

At

; your presenced name in five times
In my heart prays
As long as the day

APA SALAHKU?
Engkau sungguh membuatku gila
Apa salahku padamu
Sehingga aku engkau siksa
Dengan dera cinta yang tiada tara

Mengapa aku tetap terjatuh
Ke lobang yang telah kututupi dengan air mata
Apa deritaku selama ini masih kurang
Atau barangkali engkau belum puas

Sebongkah batu bertohok di hatiku
Rasanya sakit
Terlalu berat untuk kutanggung sendiri
Dengan hati yang kumiliki

Kenapa kau selalu meminta air mataku?
Kenapa kau sering menyita waktuku?
Kenapa kau menawan pikiran bebasku?
Kenapa kau ingin semua masaku?

BEBAN
Lengkap sudah derita batin ini
Karena sebakul penat telah kupikul sendiri
Mungkinkah bahagia datang menghampiri
Derap-derap langkah yang melukis
Jejak kunang-kunang penari
Meredup menapak malam
Dengan air mata yang tak sanggup lagi menetes
Sebab gerah teradu bara api

DIA KELELAHAN
Gadis lugu berjalan menunduk
Tak ada yang tahu apa yang dia cari
Tapi isyarat langkahnya mengabarkanku
Enggan menatap tegak ke arah depan

Ingin kumenuntunnya agar tak terjatuh
Tapi matanya malah mengisyaratakan larangan
Andai dia tahu
Aku juga pernah terpuruk sepertinya
Pastinya dia harus bangkit juga
Setidaknya hanya mencoba
Mencoba keluar dari keterpurukan hati
Yang hampir menyantap seperempat hati

KISAH MATAHARI DAN BUMI
Cemburu aku melihat matahari
Walau sering dicaci orang
Karena teriknya yang sangat menyengat
Tetap saja bumi memintanya untuk menemani

Cemburu aku kepada bumi
Walau sering tanahnya pecah
Karena terik matahari yang begitu menyengat
Tetap saja ia biarkan panas matahari menyelimutinya

Tapi engkau begitu angkuh
Menolak kehadiranku yang kau undang
Seandainya dulu tak kau pinta aku datang
Tak kan bodoh aku beranjak dengan gamang

Susah payah kutegakkan dengkul ini
Hanya untuk memenuhi inginmu
Setelah tempatmu kugapai
Sekenanya hati ini kau patahkan lagi

TRAUMA
Salahkah bunga
Yang tak menyukai
Kedatangan kumbang

Salahkah kelopak
Memlih jatuh ke tanah dahulu
Sebelum ada kumbang menghinggapinya

Aku trauma
Bukan karena derita
Tapi karena cinta memaya

Bukan kuego
Karena sudah berkali
Kesempatan kedua kuberi

;Sungguh, aku hanya trauma!

PERSUAAN SEMU
Sang sore dijenguk rintik hujan
Sungguh yang ada hanya penyesalan
Setelah empat belas hari
Aku bergumul dengan kesesatan

Dadaku menyesak
Mengerti keadaan yang begitu muak
Menerpa, menerjang, meneriak
Seolah lagu ini selalu seriak

Akhir ini bukan pengalaman pertamaku
Yang selalu membekukan sang waktu
Kali ini lebih membatu
Akibat jiwa yang dipenuhi sembilu

At 11th Sept’ 08
Ungkapan cinta untuk yang tercinta;
Indah nian kau jaga aku
Kuakui kutersanjung atas semua itu
Terpana aku akan gigihnya dirimu
Aku kagum…
Bukan padamu
Bukan pula pada parasmu
Tapi pada kekokohanmu
Karena jiwamu menyemat indah
Di antara kilau gemintang malam

At 12th Sept’ 08
Hatiku untukmu
Yang menemani sepimu
Sedia berpindah tonggak
Tanpa kau pinta adanya
Ingin menjagamu
Dari kejemuan
Dalam penatmu
Meraih senyuman
Seindah bulan
Tersembul di balik dedaunan
Tempat kau menggantungkan harapan
Kan kulengkapi dengan dinginnya malam
Walau jarum jam berputar lamban
Menepati waktu
Namun ia setia menemaninya
Menyulam detik demi detik
Minimnya nyawa

KAMU
Pikirku akanmu
Tak akan pernah habis
Mencari jiwamu
Yang hampir setiap
Hembusan nafasku
Mengembun dingin
Menyapanya
Hanya untukmu
Menyelaras senja jingga ini

UJUNG PERJALANAN SAJAK
Di detik itu
Kurasa cerminku tak kau akrabi
Tapi di tepi-tepi ulu hati
Parasmu masih
Terlukis ranum
Mencuat tinggi, narsis
Ujung perjalanan sajak
Di pagi itu
Kurasa bahasaku
Tak kau dengar lagi
Tapi di sajak perihku
Lafadzmu selalu mendampingi abjadnya
Ujung perjalanan sajak
Hari itu
Kurasa nafasku tak kau rasa lagi
Tapi di tengah keramaian ini
Masih saja kucium
Harum tubuhmu
Merebak sama rata
Memenuhi paru-paruku

MALAM LEBARAN
Komparasi
Hiruk, Senyap
Tawa, Air mata
Meriah, Gundah
Ramai, Sepi
Situasi
Kota, Rumah sakit
Kembang api, Dokter
Kendaraan, Kursi roda
Khalayak ramai, Pasien
Pawai, Sakaratul maut
Suka cita, Sakit
Eluan, Rintihan
Dua hal berbeda
Dalam waktu sama

TIGA BATANG BISKUIT
Kemarin mama datang, tante
Ia menjemputku
Aku bingung mau ngasih tante apa
Karena aku tak punya
Sesuatu berharga
Yang kupunya hanya sebungkus biskuit
Yang kubeli di sekolah
Waktu istirahat kedua
Tante, ini tiga batang biskuit
Biskuit ini lezat
Sengaja kusisihkan untuk tante
Yang selalu mendukungku
Membimbingku
Mengajariku
Menemaniku
Dan menghiburku
Ma’af, tak sempat pamit
Karena ku takut tante sedih
Selamat tinggal, tante
Aku pulang selamanya ke rumah
Terima kasih karena tante mau
Menjadi mama aku

MENITI PELANGI At 17th des’ 08
Jangan takut meniti pelangi
Walau cintanya kian menipis
Dengarlah sepanjang suara
Bisik malam yang menghias

Tak ada mawar
Melati bertawar
Tak ada bintang
Malam tetap membentang
Membalut lukamu
Meniup perihmu
Dengan sentuhan merdu

Mari kita melangkah
Bersama meniti pelangi
Tak usah mengiri warnanya
Karena kau juga punya warna
Biru…

RAIN IN SUMMER
Teth, teth, teth…
Rain is falling to the earth
Sky is crying
Ground is wet

I know the sky knows
I’m yearning my mom

This year the rain came early
Summer season invited the rain into its season
It will be the greatest miracle in the year
All things know my feeling
I’m yearning my mom, really

Tentang lelaki idaman, Sang Ufuk Biru:


Hatiku tersentak mendengar kau t’lah kembali
Namun ku hanya diam
Kutakut bergeming dari tempatku
Aku tak kuasa mendekatimu
Aku takut…
Aku takut tak akan bersamamu nanti
Biar saja rasa ini hanya untuk dirasa
Bukan dirangkai, dikata apalagi dinyatakan
Aku tak layak untuk mengutar rasa padamu
Bukannya aku lemah
Tapi karena aku seorang muslimah
Aku tak ingin membagi cintaNya di hatiku sekarang
Andai hati ini pun terbagi
Biar hanya dia yang membagi untuk siapa aku pantas memberi
Pukul sebelas malam aku terperangah kaget
Engkau yang kuimpikan selama ini menyapaku lewat abjad
Maaf, bila jawabanku saat itu sinis
Aku tak ingin terlena, hingga kutumpah s’gala rasa yang telah kututupi kepadamu
Aku takut tak bisa menjadi milikmu di sisiNya
Aku berjuang di jalanNya
Kau pun berjuang di jalanNya
Salahkah bila aku mendambakanmu sebagai imamku kelak?!
Aku tak ingin bila kita dekat, malah mendekatkan kita pada maksiat
Pukul Sembilan pagi kau kembali menyapaku
Namun kau ingin pamit untuk kembali berjuang
Maaf, aku tak menjawab apa-apa saat itu
Aku takut terjebak saat-saat terakhir
Namun asal kau tak tahu
Aku tersenyum dan melambaikan tangan dari kejauhan
Aku terharu dengan kegigihanmu dalam berjuang, aku kagum, aku terpesona dengan langkah jihadmu
Aku tak ingin seperti wanita yang biasa saja di mata hatimu
Aku tak ingin hanya seperti teman-teman perempuan biasa lainnya
Biar saja kau tak pernah tahu rasa ini
Walau aku berharap namaku terselip indah pada bait doa-doamu
Dan aku tak ingin tahu hatimu
Biar kita saling menjaga hati kita masing-masing
Biar aku pura-pura buta, tak melihatmu
Biar aku pura-pura bisu, tak berkata padamu
Biar aku pura-pura tuli, tak mendengarmu
Biar aku pura-pura lumpuh, tak dapat mendekatimu
Biar semua pura ada untuk saat ini
Hingga nanti…
Hingga Dia berkehendak kita tak bersama
Akan kuharap dirimu di sini menjemput hatiku dalam lingkaran cintaNya
Maaf sudah lancang mengharap sepertimu…

Salam,
Cahaya Jingga

Kamis, 19 Februari 2009

To my little brother

On wed' at 18th Feb'09

Congratulations!
Today your age increases one phase
Hold your days more meaningful!
Do everything better than yesterday!
My pray to U:
*May Allah always watches over U anywhere, whenever and forever...
My wish to U:
*Be a good moslem man!