Hello

Minggu, 27 September 2009

Back to College

Rasanya berat sekali kaki ini untuk melangkah saat keluar dari rumah untuk kembali ke asrama. Ya, setiap habis liburan lebih dari sehari memang selalu seperti ini. Padahal jarak rumahku dengan asrama tak begitu jauh. Mungkin karena aku terlena dengan lengangnya waktu di rumah..ato mungkin juga karena tugasku di asrama lebih berat. Tapi mungkin yang membut hal itu sangat terasa karena aku akan kehilangan senyum ibuku sesaat. Senyum yang tiap pagi tersuguh saatku membuka mata. Puwh..kini aku harus siap dengan setumpuk pekerjaan lagi. Cayooo SEMANGAT!

Rabu, 09 September 2009

Hati yang Kau Duakan

Engkau yang datang berhati biru
Mengetuk pintuku pagi itu
Adakah yang kau cari telah kau dapat
Paras ayu namun tiada malu

Terima kasih atas semua
Atas luka yang terlukis malam

Kalau bunga ini layu
Izinkan nyawa ini kusapu, sayang..

Selasa, 08 September 2009

;PENGKHIANAT Hati

Jangan ceritakan lagi kisah kita
Tentang cinta yang melukis duka
Lara hati cukuplah sudah
Malang terhimpit sebagai pesakitan
Bagi yang dilukai
Cinta tak lagi indah
Tak semanis mentari di awal pagi
Kubur saja kisah kita
Seolah jarum jam tak pernah menyuakan dua insan
Sang pengkhianat tak perlu juga menangis
Karena yang ditangisi berubah menjadi besi
Ingatkah dengan janji itu
Di sela napas
Dan udara di bibirmu
Yang telah mencambuk akal sehatku

;Surat Tak Beralamat

Di sore tak bermentari
Kutemukan ini
Surat tak beralamat
Dalam tahap kebingungan
Kubuka saja lipatan segi empatnya
"Aku menunggumu"
Isi baris pertama yang kubaca
"Telah lama kunanti kau, saat ini, detik ini, di mana segala ruang mengelilingimu"
Tiba-tiba kepalaku pusing
Baris kedua ini seolah memegang jemariku
"Kau tak bisa lama di sini. Ikuti langkahku"
Badanku mulai menggigil
Keringat dingin mengucur membalut tubuhku
"Tengoklah pada bunga di sisi kananmu. Biarkan wanginya menelusup parumu"
Kulakukan saja semua
Hingga semuanya gelap

Samar-samar kudengar kalimat syahadat
Kuikuti dalam hati saja
Sedikit cahaya membuka mataku
Kupandangi rupa orang yang ada di depanku
Paras ini tak lagi asing bagiku
Dia mengulurkan tangannya ke arahku
"Nak, sudah saatnya engkau pergi mengikuti jejak ayah"
Lalu tak kudengar lagi apa-apa
Hanya titik-titik yang tersisa

Rabu, 02 September 2009

Untuk adikku M. Padli

Dulu dia anak yang manis
Dulu dia anak yang baik
Dulu dia anak yang manut
Dulu dia anak yang hormat
Tapi kini..
Dia sering mengamuk
Tapi kini dia sering berkata keras
Tapi kini dia sering berontak
Tapi kini dia menjadi kacau
Karena dia merasa kehilangan
Kehilangan sosok lelaki yang menjadi tumpuannya
Dia belum siap kehilangan

Adikku..
Dunia tidak berhenti berputar
Walau kau telah kehilangan orang yang kau cintai
Jalan hidupmu masih panjang
Masih banyak tugas yang kau belum laksanakan
Mengertilah tentang semua ini
Tentang keadaan ini
Karena hidup terkadang tak seperti yang kita ingin & harapkan

Bersabarlah dengan cobaan ini
Insya Allah semua kan ada hikmahnya..