Hello

Selasa, 20 Oktober 2009

Di Atas Cinta

Dari manakah kamu itu?
Kadang datang
Seringnya menghilang
Indah, menenangkan di saat waktu mencekam
Tolong peganglah tanganku
Agar jemariku tidak lagi membeku
Hingga senyum ini bisa menjadi milikku
Semenit yang lalu
Kau baru saja berlalu
Semua karya rasa jadi menderu
Mengatasnamakan cinta di atas rindu
Ucapmu
Senyummu
Lakumu
Kesenangan perayu kalbu
Sedetik kau menjelas
Sepanjang kakiku berpijak
Otak dalam kepala malah teriak
Terbakar namamu
Diam
Tak sadarkan diri
(Halusinasi perasaan berkanvas awan,
Berwarna pelangi, tapi berkuas lidi.
Adakah yang dengar teriakku
Memekikkan perasaanku?
Lalu senyap di jalanan itu)

Salam sang Cahaya, Aurora Jingga

Minggu, 18 Oktober 2009

Untouched Feeling_"

Manis
Cintaku
Termanis
Tak bisa terjamah lara
Menelusup membalut jiwa
Seluruh kata yang kulayangkan
Padamu,
Engkau jangan hanya meliriknya
Kendati tak segar
Cintaku tak kan pernah pudar
Malah bila dibaca
Seakan tapakmu bukan manusia biasa
Tolong jangan tanyakan mengapa
Karena malam dan siang saja
Tak punya jawabannya
Tapi pastinya kau mengerti polah huruf-huruf ini
Gurauanku guratan pinta
Bila kukatakan padamu
Kuingin kau bukakan hatimu
Senyummu
Adalah nafasku
Berarti pun jangan hentikan detak nadiku
Ranum matamu memandangku
Laksana kehidupan baru bagi jiwaku
Rinduku
Luas
Harapku
Indah
Semoga tersentuh
Tanpa isakan
Inilah cinta
Yang kupunya untukmu
Mencoba menyapamu
Lewat barisan kata ini

Salam sang Cahaya, Aurora Jingga

Selamat Pagi, Cintaku

Selamat pagi, cintaku
Aku baru saja menemuimu
Dalam mimpi tidurku
Engkau tersenyum
Rasanya semua yang kumiliki
Telah kehilangan arti
Selain namamu yang ada di hati
Kucoba rogoh jiwamu di sini
Biar kudapatkan senyum termanismu
Kalau aku merasa kangen
Parasmu selalu saja membayang
Terpapar indah di antara gemintang malam
Terkuak menyemai dalam

Cintaku,
Tidurku ingin hadirmu saja
Aku menjadi bingung dibuatnya
Malam gelapku
Malam ini, kuingin terus begini
Karena sua belum milik kita
Aku seperti dituntut
Sebab malam-malamku
Kau yang rajai
"Terserah ada yang bilang ini kegilaan
Karena hanya aku yang tengah rasakan"
Malam gelap sebelumnya
Juga diselimuti asa-asa tentangmu
Seolah-olah nyawa ini
Bergantung pada nyawamu
Aku harus bagaimana lagi
Sedang rasa yang ada ini
Semakin menjadi saja

Rasaku, kangenku
Semua terbingkai atas namamu
Dengan apa aku dapat bebas
Dari kejaran nama dan bayangmu

Semoga kata-kata ini
Mempersuakan kita dalam kenyataan

Salam sang Cahaya, Aurora Jingga

Sabtu, 10 Oktober 2009

Tentang Kotaku

Kota Barabai
Berikan aku segerobak kisah
Menjadi surga
Bagi anak hulu sungai
Potretmu, selalu bersamaku
Rindangmu, ada dalam kalbu

Sepetak gang kecil, di kota Barabai
Tempatku dulu menata asa
Mengingatkanku akan indahnya keakraban
Kangen
Dengan kota, dengan sanak
Dengan sahabat, dengan semua

Saat ini
Masihkah aku bermimpi?
Menjamah kembali kotaku
Kota Barabai
Tempat citaku tertuai

Salam sang Cahaya, Aurora Jingga

Rabu, 07 Oktober 2009

Dalam Tipisnya Nafasku

Kulukis pinta ini
Dengan kuas bermata merah
Kuingin Kau rubah catnya menggelar putih
Biar serasi dengan sang kanvas
Hingga cintaku hanya Kau yang tahu

Pergi dengan namaMU adalah dambaku
Walau hatiku telah tak berwujud

Namun
Saat pandangku mulai klise
Kumohon dengan iba yang tersisa
Suguhkan dia bidadariMU

Tolong yakinkan debu ini untuk raib
Sudah habis masanya raga dekil berkarat
Kunyatakan padaMU
Sebab tanganMU yang teragung