Hello

Kamis, 23 Desember 2010

RS Damanhuri Barabai,13 Desember 2010 12:00 WITA

Rabu, 22//12/2010 4:18 PM
Sampai kini pun ku masih belum merasa bahwa kau telah tiada
Aku seperti tak kehilangan
Padahal semakin aku berpikir begini
Semakin lukalah hati ini
Karena kenyataan tak sesuai dengan apa yang dipikirkan
Kenyataannya kau telah tiada
Kau telah menjadi bintang di langit nun jauh di sana
Namun entah mengapa suara dan ocehan-ocehanmu masih saja terngiang ranum di telingaku
Aku tetap tidak bisa menetralkan perasaan ini
Kurasa aku telah gila
Nyatanya kau telah bersamaNYA
Aku malah terus merasa bahwa kau masih ada di dunia ini
Aku berkata bahwa aku sadar kau telah tiada
Namun hati kecilku selalu bilang bahwa kau masih ada
Bisikan hati apa ini?!
Lama-lama membuatku berpikir aneh saja
Kataku aku menerimanya..
Iya, aku menerima hal ini
Namun yaa entahlah aku masih berpikir begini
***
“Aku memujimu hingga jauh
Terdengar syahdu ke angkasa
Rintihan hatiku memanggilmu
Dapatkah kau dengar, nyawa hidupku..?!”

Senin, 13 Desember 2010

;Without U;

Today's 1st day I'll breathe without U.. N it would be continued till 2 weeks later. U 4get me in your huge busy. It's shocked in me a little bit. I have 2 live as if I never know U. Now, only be able to take a long breath N close the eyes tighty. I realized this before all happened. (~_~)

Jumat, 03 Desember 2010

Uneg-uneg 4th Sept' 2010 (Ge,Je,eS deh yaaa?! Xixi)


Apa bagusnya berdua denganmu? Apa hebatnya berteman denganmu? Jangan-jangan aku jadi bualan mentari sore kalau ketahuan ada bersama denganmu. Ah... Semuanya semakin runyam saja antara level percaya & benci sudah biasa. Meratapi kegelisahan ini bertubi-tubi hanya akan membuatku gelap memandangmu. Mana aku mau dengan kamu yang jago nipu. Mana aku kepincut dengan kamu yang pengecut. Dikit-dikit kau potong nadiku. Sebentar-sebentar kau kuras air mataku. Cinta macam apa yang kau tawarkan padaku? Apa mungkin cinta sambel terasi? Ataukah cinta cukup berasa cuma di huruf c? Dasar saraf kamu, sayang. Enak saja mau memiliki cipratan cinta sang bidadari. Kamu tak tahu malu. Beraninya merayu gadis lugu. Aku jadi muak dibuatmu. Diberi sedikit, dibuang banyak. Kefasikanmu terlalu menjijikkanku. Harusnya kau gantung saja kebiadaban nuranimu itu di lehermu. Biar semua orang tahu, hati iblismu terselimuti wajah malaikatmu. Mau menangis mendengarku bicara begini?! Let U cry. Silakan, sayang.. SILAKAN! Tak ada larangan kok si perompak menangis. Toh semua air mata rasanya sama. Hanya untuk menutupi luka. Kamu itu tak lebih dari bom rakitan jepang. Bisanya cuman ngancurin hidup orang. Kuberitahu ya? Kalau mau cari mangsa itu di tempat favorit kamu aja. Di sini kagak ngaruh. Ketahuan gini kan jadinya malu?! O.I.A, kalau ingat ucapanmu yang 'WAH' manisnya, kok gusiku jadi nyeri ya? Apa tak salah resep ne?! Kebablasan amir gulanya he,eh? Huh.. Dasar "KALONG JALANG"! Aku benci kamu dari ujung langit sampai ujung tanah.

Rabu, 01 Desember 2010

Ketika Akhwat jatuh Cinta

Akhwat Jatuh Cinta??

Tak ada yang aneh, mereka juga adalah manusia...

Bukankah cinta adalah fitrah manusia???

Tak pantaskah akhwat jatuh cinta???

Mereka juga punya hati dan rasa...



Tapi tahukah kalian betapa berbedanya mereka saat cinta seorang lelaki menyapa hatinya??? Tak ada senyum bahagia, tak ada rona malu di wajah, tak ada buncah suka di dada...



Namun sebaliknya...



Ketika Akhwat Jatuh Cinta...



Yang mereka rasakan adalah penyesalan yang amat sangat, atas sebuah hijab yang tersingkap... Ketika lelaki yang tak halal baginya, bergelayut dalam alam fikirannya, yang mereka rasakan adalah ketakutan yang begitu besar akan cinta yang tak suci lagi...



Ketika rasa rindu mulai merekah di hatinya, yang mereka rasakan adalah kesedihan yang tak terperih akan sbuah asa yang tak semestinya…



Tak ada senyum bahagia, tak ada rona malu… Yang ada adalah malam-malam yang dipenuhi air mata penyesalan atas cinta-Nya yang ternodai… Yang ada adalah kegelisahan, karena rasa yang salah arah… Yang ada adalah penderitaan akan hati yang mulai sakit…



Ketika Akhwat Jatuh Cinta…



Bukan harapan untuk bertemu yang mereka nantikan, tapi yang ada adalah rasa ingin menghindar dan menjauh dari orang tersebut…



Tak ada kata-kata cinta dan rayuan…



Yang ada adalah kekhawatiran yang amat sangat, akan hati yang mulai merindukan lelaki yang belum halal atau bahkan tak akan pernah halal baginya…



Ketika mereka jatuh cinta, maka perhatikanlah, kegelisahan di hatinya yang tak mampu lagi memberikan ketenangan di wajahnya yang dulu teduh…



Mereka akan terus berusaha mematikan rasa itu bagaimanapun caranya… Bahkan kendati dia harus menghilang, maka itu pun akan mereka lakukan....



Alangka kasihannya jika akhwat jatuh cinta… Karena yang ada adalah penderitaan…



Tapi ukhti… Bersabarlah… Jadikan ini ujian dari Rabbmu…



Matikan rasa itu secepatnya…

Pasang tembok pembatas antara kau dan dia…

Pasang duri dalam hatimu, agar rasa itu tak tumbuh bersemai…

Cuci dengan air mata penyesalan akan hijab yang sempat tersingkap...



Putar balik kemudi hatimu, agar rasa itu tetap terarah hanya padaNya…

Pupuskan rasa rindu padanya dan kembalikan dalam hatimu rasa rindu akan cinta Rabbmu…



Ukhti… Jangan khawatir kau akan kehilangan cintanya…

Karena bila memang kalian ditakdirkan bersama, maka tak akan ada yang dapat mencegah kalian bersatu…



Tapi ketahuilah, bagaimana pun usaha kalian untuk bersatu, jika Allah tak menghendakinya, maka tak akan pernah kalian bersatu…



Ukhti… Bersabarlah… Biarkan Allah yang mengaturnya...

Maka yakinlah... Semuanya akan baik-baik saja…



Semua Akan Indah Pada Waktunya…


@Catatan RENUNGAN N KISAH INSPIRATIF

Cerpen: GERIMIS

GERIMIS
Dia diam. Hanya badannya yang bersandar di tembok sesekali terguncang pelan. Ada danau menggenangi matanya. Ya, dia menangis diam-diam.
Sudah hampir dua jam aku merayunya berbicara. Namun, seberapa kalimat yang meluncur dari bibirku, selama itu pula ia memilih tak berbicara.
jujur aku bingung. Bibir mungilnya yag terbiasa ramai oleh bunyi kini terbungkam rapat tanpa suara. “Berceritalah..!” pintaku. Tetap tak tersahuti.
“Katakan di pucuk pohon mana kau menginginkan kita bercinta?” tanyaku menggodanya.
Mendengar kalimat itu, sebentar matanya menantang mataku. tapi, hanya sebentar. Kami memang tak pernah benar-benar berani bercinta. setumpuk firman dalam kitab suci masih cukup untuk menakut-nakuti kami berdua bila melakukannya. Sederet nilai seolah menjadi jangkar yang memberati pikiran untuk meyakini bahwa hal kayak gitu mah biasa.. Bercinta di atas pohon tertinggi adalah imajinasi terliar yang pernah kami obrolkan. Hahaha, sungguh diskusi dua orang penakut.
Dia masih saja diam.
Sementara di luar, gerimis mulai turun. Sesekali tempias airnya masuk melewati lubang jendela kamarku yang tak tertutup rapat.
Kulirik jam dinding, sudah pukul 17.13 WIB. Beberapa jam sudah berlalu sejak ia datang dalam diam. Aku sudah mulai kelelahan merayunya berbicara. Aku pun sudah hampir kehilangan kalimat-kalimatku sendiri. Aku mulai…
tiba-tiba saja dia berbicara “Aku hamil…tidak denganmu. tapi orang lain”
di luar masih saja gerimis..
***
Sebuah pesan singkat tiba2 muncul dalam inbox HP-ku.

"Kutunggu di taman yang dulu, jam lima sore ini. Salam. Alana"

Aku masih tak percaya. Kuulangi sekali lagi membacanya. Masih sama. Tak ada satu pun huruf yang berubah.

Tanpa bermaksud merendahkan kemampuan teknologi aku mencoba mengamankan perasaanku dengan berusaha tak percaya.

Bagaimana mungkin Alana tiba-tiba muncul lagi dalam kehidupanku.

Telah delapan tahun aku mencoba mengubur segala ingatan tentangnya.

Let the dead is dead. Yang mati biarlah mati.

Aku berusaha kembali menekuri pekerjaanku yang nyaris terancam deadline. Tinggal satu halaman saja, maka aku bisa menyetorkannya pada redaktur sore ini juga.

Tak terlampau susah buatku untuk menyelesaikannya. Semua sudah ada di kepala.

Sedetik, dua detik, semenit, merambat satu jam.

Tanganku tiba-tiba terasa tak bisa bergerak. Dua puluh enam simbol alphabet ditambah 10 angka dan ikon-ikon lain dalam tuts keyboardku seolah hilang arti.

Bahkan tiba-tiba 17 inch layar monitor di depanku langsung menjelma dirinya. A L A N A...Ah, pesan yang dikirimnya sore ini tak kusadar telah mendera batin.

Ingatan kembali tentangnya kurasa bagai pukulan emosional yang nyaris tak terlawan.

Mungkin seperti ini rasanya ketika Superman bertemu hijau batu krypton?Arrgghh...mengapa aku masih saja seperti ini.Alana adalah kosong.

Nama dan bayangannya telah kubunuh bertahun-tahun lalu.

Aku memang telah memaafkan segala pengkhianatannya. Walau sangat berat aku berusaha menaruh egoku di koordinat terbawah waktu itu.

Ia hamil dengan orang lain. Ia tak pernah mau pernah mau bercerita siapa lelaki itu. Bahkan, sampai akhirnya ia pergi menghilang aku tetap tak mampu marah.

Pergilah dengan semua cinta yang kau punya. Biarkan aku berjalan semampunya dengan mengumpulkan sisa-sisa patahannya. Getirku sudah lenyap.

Sebab, kegetiran yang bertumpuk-tumpuk tak akan terasa lagi sebagai kegetiran. Ia hanya akan menjadi rasa yang biasa.Sudah jam lima lebih lima menit. Jika harus datang menemui Alana sore ini aku telah terlambat. Aku tak peduli. Ruang dan waktu hanyalah buatan manusia. Sementara rasaku adalah adikarya Tuhan yang bahkan tak diberikan-Nya kepada malaikat sekalipun.Tak sampai sepuluh menit aku telah tiba di taman.

Taman akasia tempat kami dulu sering menghabiskan hari. Aku berjalan menuju bangku kosong di bawah pohon akasia terbesar di pojok kiri taman. Tempat duduk favorit kami.

Aku duduk sendirian. Alana belum datang.

Alana bukan lagi kosong.

Sore ini ia berubah wujud menjadi teka-teki silang buatku.

Pertanyaan demi pertanyaan muncul tanpa jawaban.

Apa kabarnya?

Apakah yang diinginkannya dariku sore ini?

Masih kah wajahnya yang tirus membius itu mampu memompa adrenalinku?

Entahlah...Sedetik, dua detik, semenit merambat satu jam.

Alana belum juga datang.satu jam, dua jam, tiga jam. Alana belum juga hadir melegakan penantianku.

Gerimis mulai turun menemani malam yang semakin menua.

Sudah lima jam aku menunggu di bangku taman ini.

Sendiri.Akhirnya aku berdiri.

Berjalan menerobos gerimis.

Meninggalkan kosong, menuju pasti.Walau malam gerimis...
Seseorang tiba-tiba menepuk pundakku pelan.

“Mari kita pulang. Biarkan dia istirahat dengan tenang”.

Aku menoleh, lalu mengangguk.

“Bukan hanya kamu yang merasa kehilangan. Tapi, sudahlah. Dia telah memilih jalannya sendiri,” ujar ayah Alana sambil tetap memegangi pundakku.

Aku berdiri, kemudian mengiringinya meninggalkan pekuburan tempat Alana baru saja ditanam.

Belum genap lima meter berjalan memunggungi kuburan, aku sudah diburu rindu. Kusempatkan lagi menengok gundukan tanah basah tempatnya menjalani tidur panjang tanpa mimpi.

Tiba-tiba saja aroma kamboja meruap. Lembut.

Dalam sedetik seluruh pekuburan menjelma putih kapas.Aku tergeragap. Ah, malaikat memang tak pernah mau hadir terlambat. Ia selalu datang dan beruluk salam pada penghuni baru, tepat setelah langkah ketujuh pelayat terakhir meninggalkan makam


-----------------------------------------------


Daun-daun akasia yang berwarna kuning banyak berjatuhan.

Ia seolah mengabarkan kelelahan bertahan menghadapi kemarau yang membakar dan tak putus-putus.

Senja ini aku duduk sendiri di bangku taman akasia.

Satu demi satu kubuka tiap lembar halaman buku harian Alana.

“Sebelum masuk rumah sakit jiwa Alana tak sekecap pun mau berbicara. Dia hanya menulis. Rupanya ada banyak hal yang ingin disampaikannya kepadamu. Ambillah! Kamu lebih berhak untuk menyimpannya,” ujar mama Alana ketika aku mampir ke rumahnya seusai pemakaman.

Membaca buku harian Alana membuat kesedihan tumpah ruah.


7 Desember 2004 (malam jahanam)
Tuhaaaaan!!!!!! Takdir macam apa ini?????KAU biarkan bajingan bajingan itu mengobrak-abrik kehormatanku, menindas kemanusiaanku. Apa salahku????? Bukankah KAU yang berkehendak menjadikanku perempuan???? Kenapa KAU relakan orang-orang itu melecehkan martabat yang sudah kujunjung tinggi-tinggi???? Aku benci KAU Tuhan. Aku benci Tuhan yang telah membiarkanku diperkosa.


30 Desember 2004
Lihat, lihatlah...aku mual-mual tanpa ampun. Jangan...Jangan sampai aku hamil oleh benih para jahanam itu. Tolong Tuhan, sekali ini saja dengar dan kabulkan permintaanku!


31 Desember 2004
Fucking Pregnant...!!!!!!!!!!


1 Januari 2005
Resolusi awal tahun: Bunuh Diri


7 Januari 2005
Menatap mata teduhmu sore tadi membuatku luluh lantak. Mengingat caramu merayuku berbicara seperti menahan rasa perih sebab tertikam tepat di ulu hati. Aku mencintaimu. Sebab itu kalimatku tak pernah sampai. Aku tak pernah tega mengabarimu yang sebenarnya. Aku ingin kau membenciku. Karena itu bisa mengeruk perasaan bersalahku yang bergunung-gunung kepadamu. Aku ingin kau membenciku, seperti aku membenci takdir yang berjalan buruk.


8 Januari 2005
Aku masih mencintai gerimis, dan membenci badai.


13 Januari 2005
Virginia Wolf membunuh dirinya sendiri dengan mencebur ke dalam sungai. Hitler tewas setelah menembak kepala sendiri di lubang persembunyiannya. Cak Sakib tetangga sebelah rumah mati dikeroyok massa karena dituduh dukun santet. Ustadz Rojil mengembuskan penghujung nafasnya saat sujud salat di musala rumahnya. Adakah bedanya bagiku? Tidak ada! Kematian sesungguhnya peristiwa biasa. Kecuali ia menimpa orang-orang dekat kita.


18 Januari 2005
Janin dalam rahimku tumbuh bersama kebencianku pada hidup.


21 April 2005 (Saat aku ragu apa gunanya menjadi perempuan)
Ini hari kartini. Sudah seminggu aku tergolek di rumah sakit, Mama memergoki dan menggagalkan usahaku bunuh diri. Aku tetap hidup, tapi janinku mati.


18 Agustus 2005
Lucu. orang-orang menganggapku mulai gila. Padahal, sungguh aku tidak apa-apa. Aku hanya muak pada garis dunia yang tidak berpihak kepadaku.


19 Maret 2007
Dear Ma.Li.K.
Tiba-tiba aku kangen kamu. Aku ingin menangis tapi tak bisa. Mungkin juga sudah tak perlu. Aku ingin kita bertemu di taman yang dulu,tapi tak bisa. Mungkin juga sudah tak perlu. Tahukah kau betapa sakitnya terpuruk pada keinginan yang tak sampai. Aku menyintaimu lebih dari sekedar yang bisa aku lakukan.
Alana.


21 Mei 2008
Hari ini aku masuk rumah sakit jiwa. Bukankah itu artinya aku sudah benar-benar gila??!!! Hahahahaha. Sungguh aneh orang-orang itu. Kamu percaya bahwa aku tidak gila kan?


28 Oktober 2008
Bisa jadi cinta memang buta, tapi kita tidak. Aku ingin memilihmu menjadi pengantinku di surga nanti. Kamu mau?


1 November 2008

Hari ini aku ulang tahun. Sejak pagi tadi aku sudah mandi.

Perawat rumah sakit memujiku cantik.

Iya, aku memang sengaja berdandan paling cantik hari ini.

Bukan untuk meniup lilin ulang tahun, tapi untuk pulang menuju Tuhan.

Dua hari lalu aku sudah berhasil mendapatkan arsenik yang kupesan pada tukang es cendol yang biasa mangkal di luar zaal rumah sakit jiwa.

Aku yakin racun itu akan menjadi menara Babel yang undakannya bisa mengantarku ke surga.Dunia, selamat tinggal.





Kututup buku harian Alana. Kurapalkan doa buatnya.

Lalu, kutinggalkan bangku taman akasia bersama gerimis yang tiba-tiba datang bersama semerbak kamboja.

Selamat sore Alana...


http://tentang.net/

Sabtu, 20 November 2010

Undefined Thing

Ku tak bisa menemukanmu lagi dalam hujan..
Dan kau tak mendapatkanku lagi dalam senja..
Aku bukan lagi pagi..
Aku bukan lagi malam..
Kau hanya akan ada dalam senandungku
Selamanya kau hanya tersimpan dalam hati
Kuterima bila ini yang terbaik
Walau kau yang ada dalam air mataku
Walau kau pencipta sakitku
Kurelakan kau pergi
Kubiarkan kau tinggalkan aku
Walau sakit
Walau perih
Walau pedih
Walau luka yang ada pada akhirnya
Asal kau bahagia di sana
Karena aku bukan malaikat yang kau impikan
________________________________
Yaa Allah..
Jangan tinggalkan aku
Aku tak kuat menanggung ini sendiri
Aku mohon..
Tetaplah Engkau ada di hati & hidupku
Walau semuanya pergi meninggalkanku..

Calmness of Heart

Allah menguji keikhlasan dlm kesendirian & keramaian..
Allah memberi kedewasaan ketika masalah berdatangan..
Allah melatih ketegaran dlm kesakitan..
Tetap istiqomah, sertakan Allah di setiap langkah.
Hati yg siap memikul amanah adalah hati yg kuat, teguh & tulus. Tak berharap apapun, tp sanggup memberi dg segenap apapun.
Sebab hanya dr Allah kita berharap balasan..
Jgn minta dikurangi bebanmu. Tp mintalah punggung Ini agar kuat membawanya selalu..

Isn't Being "DIED"

"Dan kini aku berhenti mencintaimu. Aku harus belajar melupakanmu. Mengubur sejarah bahwa aku pernah mencintaimu. Aku sudah terlanjur kecewa. Aku terjerembab jatuh terlalu jauh karena sikapmu. Aku sakit. Aku patah. Tapi aku tak hancur. Karena Allah ada di hatiku. Yang kan selalu menjagaku & merawatku".

Minggu, 08 Agustus 2010

APA MAKNA WANITA DICIPTAKAN DARI TULANG RUSUK YANG PALING BENGKOK?


Dari hadits Abu Hurairah RA, dari Rasulullah SAW, bersabda:
“Berbuat baiklah kepada wanita, karena sesungguhnya mereka diciptakan dari tulang rusuk, dan sesungguhnya tulang rusuk yang paling bengkok adalah yang paling atas. Maka sikapilah para wanita dengan baik.”
(HR. Bukhari, Kitab An-Nikah No 5186)

Ini adalah hadits shahih yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim di masing-masing Kitab Shahih mereka. Perintah dari Allah untuk para suami, para ayah, saudara-saudara laki-laki dan lainnya agar menghendaki kebaikan untuk kaum wanita, berbuat baik terhadap mereka, tidak mendzhalimi mereka dan senantiasa memberikan hak-hak mereka serta mengarahkan mereka kepada kebaikan. Ini yang diwajibkan atas semua orang berdasarkan sabda Rasulullah SAW, “Berbuat baiklah kepada wanita”.

Hal ini jangan sampai terhalangi oleh perilaku mereka (kaum wanita) yang adakalanya bersikap kurang baik terhadap suaminya dan kerabatnya, baik berupa perbuatan maupun perkataannya, karena kaum wanita itu diciptakan dari tulang rusuk yang paling bengkok. Dan sebagaimana Rasulullah SAW katakan bahwasanya tulang rusuk yang paling bengkok itu adalah yang paling atas. Dan yang telah diketahui tulang rusuk paling atas itu adalah yang setelah pangkal rusuk. Makna sebenarnya yang terkandung di sini adalah dalam kenyataannya ada kebengkokan dan kekurangan. Oleh karena itu, disebutkan dalam hadits lain dalam As-Shahihain, “Aku tidak melihat orang-orang yang kurang akal dan kurang agama, yang lebih bisa menghilangkan akal laki-laki yang teguh daripada salah seorang di antara kalian (kaum wanita)”. (HR. Bukhari No 304 dan Muslim No, 80) . Hadits Rasulullah SAW yang disebutkan dalam As-Shahihain dari hadits Abu Said Al-Khudri RA, makna “Kurang akal” dalam sabda Rasulullah SAW tersebut adalah bahwa persaksian dua wanita sebanding dengan persaksian seorang laki-laki. Sedangkan makna “Kurang agama” dalam sabda Beliau adalah bahwa wanita itu ada masanya dalam beberapa hari dan beberapa malam tidak shalat dan tidak bisa mengerjakan amalan-amalan lainnya yang mensyaratkan dalam keadaan suci, yaitu ketika sedang haidh dan nifas. Kekurangan ini merupakan ketetapan Allah pada kaum wanita, sehingga wanita tidak berdosa dalam hal ini.

Tentu hendaknya wanita mengakui hal ini sesuai dengan petunjuk Rasulullah SAW, walaupun wanita itu berilmu dan bertakwa, karena Rasulullah tidak akan berbicara berdasarkan hawa nafsu, melainkan atas dasar wahyu yang Allah berikan kepadaNya, lalu Beliau sampaikan kepada ummatNya. Sebagaimana Allah SAW berfirman, “Demi bintang ketika terbenam, kawanmu (Muhammad) tidak sesat dan tidak keliru, dan tiadalah yang diucapkannya itu menurut kemauan hawa nafsunya. Ucapannya itu tiada lain hanyalah wahyu yang diwahyukan (kepadanya)”.
(Q.S An-Najm:4)

Sumber:
Majmu Fatawa wa Muqadat Mutanawwi’ah juz 5 hal. 300-301. Syeikh Ibn Baaz, Fatwa-fatwa Terkini Jilid 1 Bab Perlakuan Terhadap Istri, penerbit: Daarul Haq

Artikel www.muslimah.or.id
At 2nd June 2010

Cintaku pada Hujan


Seseorang menyanjung puisiku, katanya puisiku indah tentang hujan. Namun katanya lagi, sayangnya dia adalah orang yang sangat membenci hujan. Entah apa yang ada di pikiran orang-orang tentang hujan, yang pastinya mereka tentu mempunyai tanggapan masing-masing tentang hujan. Seperti manusia yang mengumpat hadirnya karena merasa dirugikan. Katanya dia terlambat bekerja, katanya dia terlambat memenuhi janji dengan seseorang, katanya dia harus menunda rencana yang sudah terancang matang, dan masih banyak lagi katanya katanya versi lainnya yang ujung-ujungnya mengatakan karena hujan. Tapi aku selalu merasa tenang saat hujan itu turun. Apalagi bila hujan mengawali hadirnya dengan gerimis, hummm.. indahnya. Bagiku hujan itu anugerah Tuhan, walau kadang kaki ini harus berlari gesit dan cepat mengambil pakaian yang dijemur karena turunnya hujan dadakan. Bahkan aku selalu merasa bisa berkomunikasi dengan seseorang yang aku rindukan di saat hujan. Ada lagi yang bilang kalau hujan itu bising, gaduh. Tapi aku senang mengamati berisiknya lewat telingaku. Aku malah lebih tertarik untuk duduk di samping jendela kamar hanya untuk sebatas menikmati hujan daripada bergelayutan di atas kasur sambil memeluk guling. Lebih menyenangkan lagi apabila aku menikmati hujan dengan orang-orang yang kucintai berada di sampingku. Mungkin ada cintaku yang tersimpan dalam hujan. Namun kadang air mataku malah menetes saat hujan turun. Hujan adalah detik-detik di mana aku leluasa memikirkannya tanpa disengaja. Dia orang yang sangat kucintai dan tak akan pernah bisa terganti. Karena dia yang mengenalkanku pada hujan. Jujur, dulu aku sangat takut dengan hujan. Aku takut langitnya yang muram yang seolah-olah memelototiku ingin segera menerkamku. Aku takut pabila tetes-tetes hujan itu menyentuh kepalaku lalu merusak poniku ataupun kuncirku. Tapi dengan cintanya dia ajarkan aku bahwa hujan itu sebuah kebersamaan. Ketika seluruh orang-orang yang kau cintai berada dalam satu tempat, tak bisa pergi kemana-mana. Ketika kesibukan padat mereka terhenti tanpa tapi. Di sanalah kumulai merenungi apa arti hujan yang sesungguhnya. Dia juga ajarkan aku kehangatan saat hujan. Dia selimuti tubuhku dengan jaketnya walau dia sendiri kehujanan. Dia berikan aku kain untuk menutupi kepalaku. Katanya agar aku tidak perlu lagi khawatir dandanan rambutku rusak saat hujan turun dan aku bisa berlari menembus hujan dengan tawa riang juga wajah sumringah di antara butir-butir bening air hujan. Kini aku tahu, bahwa kain itu namanya “Kerudung”. Dan aku pun telah mengerti makna sesungguhnya dari “Kerudung” yang dulu kukira dia berikan, gunanya hanya untuk melindungi maluku bila dandanan rambutku agak berantakan. Banyak pelajaran dan pengalaman yang kuperoleh dari hujan, dari kebersamaan, kehangatan, senyum, tawa, bahagia hingga kewajiban berhijab sebagai wanita muslimah. Cintanya terlalu membekas dalam hatiku. Sungguh, betapa harumnya cinta darinya. Hingga sampai saat ini wanginya masih tercium dan hangatnya masih kurasa. Kendati raganya telah tiada. Kau tahu siapa dia yang kumaksud di sini?! Dia adalah kekasih hatiku. Namun bukan seorang kekasih yang sering kau kenal dengan sebutan “Pacar” walau dia kekasihku. Aku yakin kau pun pasti memiliki orang seperti dia. Orang yang berjasa besar menempa jiwamu hingga kau tiada nanti. Dialah kekasih hatiku yang kusebut “Ayah”, yang kini telah bersama Allah.
Kini tak dapat lagi kunikmati hujan bersamanya. Tak dapat lagi kusapa riak hujan dengannya. Tak ada lagi yang bisa menghalau kepergian orang-orang yang kau cintai saat waktunya tiba. Tidak aku, tidak kau, tidak pula dengan hujan. Semua kenangan tentangnya terjaring kuat dalam hujan. Saat kutulis ini pun, hujan juga mengambil perannya sebagai topik pengantar kerinduanku pada ayahku. Hujan.. rinainya selalu saja membayang cintanya di hati.

Senin, 14 Juni 2010

Ayah..

Suara kebakaanmu memang tak akan mampu menjangkau kehidupanku; tapi kucoba sampaikan cintaku padamu. Barangkali sehelai doaku dapat menerangi tempatmu. Aku memang hanya gadis biasa. Namun rasakanlah rinduku atasmu yang sering menghampiri hatiku sebagai anakmu. Walau dari mataku belum pernah terlahir air mata kepergianmu. Karena aku terlalu menyayangimu. Biarkan amalku untukmu, ayah..

Jumat, 02 April 2010

Love/ur/mom

Ingat dulu waktu masih kecil. Aku lari-lari di halaman rumah. Dan kemudian aku terjatuh karena kakiku tersandung sebuah batu. Kupegang lututku yang perih dan berdarah sambil terisak menangis menahan sakitnya. Mamaku langsung menghampiriku dan mengusap air mataku (sembari meniup-niup lututku). "Ssttt.. Diam, sayang.. Cup, cup, cup.. Lukanya masih jauh kok sama pernapasannya". Hatiku menjadi tenang dan air mataku pun berhenti mengalir. Heee.. Kalo inget ne aku sering ketawa sendiri. Malaikatku itu ada-ada saja. Sering membuat tawa. Seringnya lagi membuat mata ini berkaca karena rinduinya. Then, ingatlah selalu mama yang mencintai kita. Walau hanya sebatas mengirim pesan singkat.

Salam sang Cahaya, Aurora Jingga

Senandung Merpati

Sembari menikam penat yang hinggapi raga setelah berjuang enam jam demi putri2 bangsa, kujeda ragaku di atas lantai kayu tak beralas. Kuputar mp3 player Hp-ku dan terdengar sebuah syair Nasyid Islami grup RAIHAN:

"Sesungguhnya walau kukutip semua permata di dasar lautan.. Sesungguhnya walau kusiram dengan air hujan dari tujuh langitMU.. Namun cinta takkan hadir, Namun rindu tak akan berbunga.. Jika tidak mengharap RahmatMU, Jika tidak menagih simpati, padaMU Ya Allah. Tuhan, hadiahkanlah kasihMU kepadaku.. Tuhan, kurniakanlah rinduku kepadaMU. Moga kutahu, Syukurku hanyalah milikMU.."

Setetes embun hangat merubah mataku menjadi cermin. Lagu ini penguat hatiku saat kuterjatuh.

Salam sang Cahaya, Aurora Jingga

Minggu, 24 Januari 2010

"A note was written by the tears" Chapter_3

Selalu kuminta maaf padamu
Untuk kesalahanmu yang tak pernah kau rasa
Semuanya kulakukan bukan untukku
Tapi semata untukmu

JUJUR, aku malu pada Tuhan karena selalu menangis..
Tapi karena hanya memang hal itu yang paling bisa kulakukan saat kau tusuk hatiku

Aku berbeda dari makhluk-makhluk indah lainnya yang pernah kau puja
MEREKA laksana putri-putri anggun yang menari indah di mata dan ruang pikirmu
SEDANGKAN AKU! Aku hanya terbentuk dari kisah pedih hidupku yang ngilu
Mungkin tak berharga
Dan bahkan mungkin selebihnya menyedihkan

Kukorbankan hidupku agar orang-orang yang mencintaimu menjadi bangga atasmu
Kulupakan anganku menjadi bintang, AGAR kau dipuja orang

Sebenarnya apa inginmu?
Segala dayaku telah kupersembahkan padamu
Walau tak kujumpai harum bahagia untuk hatiku


_______________________
"Ya Rabb..
Innii fi syiddatil huzni. Arjuuka litafrahanii bihubbik"

Salam sang Cahaya, Aurora Jingga

"A note was written by the tears" Chapter_2

Aku bisa saja meninggalkanmu
Aku bisa hidup tanpamu
Karena masa telah menampaku jadi batu
Tapi masalahnya aku tak punya lagi rasa untuk Adam lainnya
Karena telah kuputuskan untuk memilihmu agar menjadi UFUK BIRUku

Kututup-tutupi luka ini dengan senyuman menghiasi tuturku
Berharap akhirnya kau sadari semua ulahmu
Tapi hasilnya apa?
Kau bukannya berubah
Tapi malah memperumit hatiku
Bahkan kau bilang aku yang berubah
Karena tak semanis dulu lagi
Padahalah dirimulah yang bisa merubahku
Menjadi semanis madu
Atau..
Seperti buah sibir yang pahitnya meregangkan urat-urat hayatmu

Salam sang Cahaya, Aurora Jingga

"A note was written by the tears" Chapter_1

Tanpa kau sadari kau lukai hatiku..
Kau selalu lakukan kesalahan yang SAMA
Kau selalu ingin kumengerti TANPA kau mengerti aku
Harus berapa kali kusampaikan tentang ini padamu?

Apakah kau akan berhenti hanya bila hati ini telah mati?
Kau tahu bahwasanya telah kujalani hidupku dengan tidak mudah
Tapi mengapa selalu saja kau tuntut air mata jadi temanku?
Bila tak ingin terus bersama, BILANG saja padaku sendiri!
Tak perlu kau kabarkan pada dunia bahwa aku ini lemah

Kau menghujam segala rasaku dengan lakumu
Seolah aku hanya segaris hiasan untuk melengkapi jalanmu yang kau sebut PUTIHmu

Salam sang Cahaya, Aurora Jingga

Kamis, 14 Januari 2010

My Lonely B'day

On Wed` at 16th Sept` 09

Hari ini tepat 18 tahun usiaku. Aku bersyukur masih diberikan waktu oleh Allah untuk menghirup udara bumi ini. Namun rasanya ada yang kurang di hari ini. Aku merasa tak ada sesuatu spesial. Aku kangen.. Ya! Aku memang kangen.. Kangen pada sosok abah yang sangat kucintai. Ini awal hari ultahku tanpanya.. Dan seterusnya pun akan terus begini. Aku selalu teringat abah. Bagaimana tidak?!! Abah begitu mencintai dan menyayangi kami. Dan pada hari kelulusan sekolahku.. Tak sanggup aku melihat hanya mamaku yang hadir pada saat itu. Kupandang dari jauh mamaku yang duduk di kumpulan kursi wali santri selalu mengusap matanya. Aku tahu mama sedang teringat abah. Abah yang biasanya menghadiri acara-acara seperti ini, tiba-tiba digantikan mama. Bah, ellen ingin dengan bertambahnya usia ellen ini ellen bisa menjadi orang yang lebih baik. Khususnya untuk orang-orang yang mencintai dan menyayangi ellen. Ellen pengeeeeeeeeeeeeeeen banget meneruskan perjuangan abah dalam mendidik anak bangsa ini. Ellen akan terus berusaha untuk membuat bangga mama dan abah. Ellen ingin menjadi anak berbakti yang tahu balas budi. Happy birthday, ellen.. Semoga segala kebaikan bisa kau kerjakan dalam hari-harimu.. AMIEN!!! SEMANGAT!!! CAYOOOOOOOOOO…

Kamis, 07 Januari 2010

"RAUNGAN RASA"

Ulurkan aku tanganmu
Biar senyumku tak tenggelam lagi
Berikan saja bayangmu padaku
Walau warnanya hanya satu

Peluh langkah kering
Habis dibawa berlari
Mungkin hati kita bolong
Kucari penawarnya di paruh merpati
Tapi kau telah pergi
Diculik penyamun pelangi
Aku mengejar
Kakiku patah
Hanya meringis, menangis
Lalu histeris

;Aaaaargh!!!

Salam sang Cahaya, Aurora Jingga

My "Bee"

Kemarin kau datang, Abiy
Kau menawanku
Aku bingung mau ngasih abiy apa
Karena aku tak punya
Sesuatu istimewa

Yang kupunya hanya selaras asa
Dan kuberharap
Engkau orang yang tepat

Abiy,
ini hatiku
Hatiku hanya untukmu
Sengaja kusimpan untuk abiy
Abiy yang mencintaiku
Menyayangiku
Membimbingku
Menemaniku
Mengajariku
Dan menghiburku

Abiy,
kini hati ini sakit
Karena aku tak kuat
Karena aku tak sempurna

Selamat tinggal, abiy
Aku memilih untuk mati saja di kehidupan
Karena suara saja
Pun aku tak punya

Terima kasih
karena abiy mau
Menjadi cintaku selamanya

Salam sang Cahaya, Aurora Jingga