Hello

Minggu, 24 Januari 2010

"A note was written by the tears" Chapter_3

Selalu kuminta maaf padamu
Untuk kesalahanmu yang tak pernah kau rasa
Semuanya kulakukan bukan untukku
Tapi semata untukmu

JUJUR, aku malu pada Tuhan karena selalu menangis..
Tapi karena hanya memang hal itu yang paling bisa kulakukan saat kau tusuk hatiku

Aku berbeda dari makhluk-makhluk indah lainnya yang pernah kau puja
MEREKA laksana putri-putri anggun yang menari indah di mata dan ruang pikirmu
SEDANGKAN AKU! Aku hanya terbentuk dari kisah pedih hidupku yang ngilu
Mungkin tak berharga
Dan bahkan mungkin selebihnya menyedihkan

Kukorbankan hidupku agar orang-orang yang mencintaimu menjadi bangga atasmu
Kulupakan anganku menjadi bintang, AGAR kau dipuja orang

Sebenarnya apa inginmu?
Segala dayaku telah kupersembahkan padamu
Walau tak kujumpai harum bahagia untuk hatiku


_______________________
"Ya Rabb..
Innii fi syiddatil huzni. Arjuuka litafrahanii bihubbik"

Salam sang Cahaya, Aurora Jingga

"A note was written by the tears" Chapter_2

Aku bisa saja meninggalkanmu
Aku bisa hidup tanpamu
Karena masa telah menampaku jadi batu
Tapi masalahnya aku tak punya lagi rasa untuk Adam lainnya
Karena telah kuputuskan untuk memilihmu agar menjadi UFUK BIRUku

Kututup-tutupi luka ini dengan senyuman menghiasi tuturku
Berharap akhirnya kau sadari semua ulahmu
Tapi hasilnya apa?
Kau bukannya berubah
Tapi malah memperumit hatiku
Bahkan kau bilang aku yang berubah
Karena tak semanis dulu lagi
Padahalah dirimulah yang bisa merubahku
Menjadi semanis madu
Atau..
Seperti buah sibir yang pahitnya meregangkan urat-urat hayatmu

Salam sang Cahaya, Aurora Jingga

"A note was written by the tears" Chapter_1

Tanpa kau sadari kau lukai hatiku..
Kau selalu lakukan kesalahan yang SAMA
Kau selalu ingin kumengerti TANPA kau mengerti aku
Harus berapa kali kusampaikan tentang ini padamu?

Apakah kau akan berhenti hanya bila hati ini telah mati?
Kau tahu bahwasanya telah kujalani hidupku dengan tidak mudah
Tapi mengapa selalu saja kau tuntut air mata jadi temanku?
Bila tak ingin terus bersama, BILANG saja padaku sendiri!
Tak perlu kau kabarkan pada dunia bahwa aku ini lemah

Kau menghujam segala rasaku dengan lakumu
Seolah aku hanya segaris hiasan untuk melengkapi jalanmu yang kau sebut PUTIHmu

Salam sang Cahaya, Aurora Jingga

Kamis, 14 Januari 2010

My Lonely B'day

On Wed` at 16th Sept` 09

Hari ini tepat 18 tahun usiaku. Aku bersyukur masih diberikan waktu oleh Allah untuk menghirup udara bumi ini. Namun rasanya ada yang kurang di hari ini. Aku merasa tak ada sesuatu spesial. Aku kangen.. Ya! Aku memang kangen.. Kangen pada sosok abah yang sangat kucintai. Ini awal hari ultahku tanpanya.. Dan seterusnya pun akan terus begini. Aku selalu teringat abah. Bagaimana tidak?!! Abah begitu mencintai dan menyayangi kami. Dan pada hari kelulusan sekolahku.. Tak sanggup aku melihat hanya mamaku yang hadir pada saat itu. Kupandang dari jauh mamaku yang duduk di kumpulan kursi wali santri selalu mengusap matanya. Aku tahu mama sedang teringat abah. Abah yang biasanya menghadiri acara-acara seperti ini, tiba-tiba digantikan mama. Bah, ellen ingin dengan bertambahnya usia ellen ini ellen bisa menjadi orang yang lebih baik. Khususnya untuk orang-orang yang mencintai dan menyayangi ellen. Ellen pengeeeeeeeeeeeeeeen banget meneruskan perjuangan abah dalam mendidik anak bangsa ini. Ellen akan terus berusaha untuk membuat bangga mama dan abah. Ellen ingin menjadi anak berbakti yang tahu balas budi. Happy birthday, ellen.. Semoga segala kebaikan bisa kau kerjakan dalam hari-harimu.. AMIEN!!! SEMANGAT!!! CAYOOOOOOOOOO…

Kamis, 07 Januari 2010

"RAUNGAN RASA"

Ulurkan aku tanganmu
Biar senyumku tak tenggelam lagi
Berikan saja bayangmu padaku
Walau warnanya hanya satu

Peluh langkah kering
Habis dibawa berlari
Mungkin hati kita bolong
Kucari penawarnya di paruh merpati
Tapi kau telah pergi
Diculik penyamun pelangi
Aku mengejar
Kakiku patah
Hanya meringis, menangis
Lalu histeris

;Aaaaargh!!!

Salam sang Cahaya, Aurora Jingga

My "Bee"

Kemarin kau datang, Abiy
Kau menawanku
Aku bingung mau ngasih abiy apa
Karena aku tak punya
Sesuatu istimewa

Yang kupunya hanya selaras asa
Dan kuberharap
Engkau orang yang tepat

Abiy,
ini hatiku
Hatiku hanya untukmu
Sengaja kusimpan untuk abiy
Abiy yang mencintaiku
Menyayangiku
Membimbingku
Menemaniku
Mengajariku
Dan menghiburku

Abiy,
kini hati ini sakit
Karena aku tak kuat
Karena aku tak sempurna

Selamat tinggal, abiy
Aku memilih untuk mati saja di kehidupan
Karena suara saja
Pun aku tak punya

Terima kasih
karena abiy mau
Menjadi cintaku selamanya

Salam sang Cahaya, Aurora Jingga