Hello

Jumat, 25 Maret 2011

"Kamu wanita yang baik. Aku percaya kamu akan mendapatkan lelaki yang lebih baik dari aku".
Kemudian hening.
"Iya, aku tahu banyak lelaki yang lebih baik dari kamu dan aku ...".
"Tapi maksudku..".
"Iya, iya.. Aku tahuu. Aku juga percaya suatu saat akan begitu". (Sebenarnya dengan rasa ganjalan di dada dan linangan air mata)
"Aku sayang kamu".
"aku juga sayang kamu".Banyak yang sayang aku".
"Yaahhh, anggap saja aku salah satu dari mereka. Salah satu yang mengidolakanmu".
"Memangnya aku artis pake' diidolakan segala?!".
"Maksudku walau aku sayang kamu tapi aku hanya bisa sebatas di situ. Tak bisa lebih".
'Iya, iya, iyaaaa.. Aku mengerti dan aku sangat paham maksudmu. Itu sudah menjadi komitmenmu.
"Bukan. Bukan komitmenku. Aku hanya mau".
"Lagian aku tak biasa memaksa orang. Terserah kamu".
"Maafkan aku..". (Dengan wajah tertunduk)
(Tertawa kemudian berusaha untuk terlihat tak terpukul dengan pernyataannya),"Lho? Lho?. Kenapa harus meminta maaf segala sih?! Kamu tuu gak salah apa-apa?!". (Sok setengah mati)
"Iya.. Tapi kau merasa bersalah sama kamu".
"Nggak apa-apa. Kamu gak salah kok. Lagian biasanya juga, kalau kamu ada salah sama aku, tanpa kamu minta maaf pun, aku udah maafin kamu".
"Beneeeerrr?!".
"Hu'um. Iya. Aku kan gak pinter berdusta?!. Kalau habis bebohong paling ujung-ujungnya ya aku ngaku kalau udah bo'ong".

Suasana pun kembali seperti sedia kala. Seperti tak pernah ada percakapan berat itu.



SUARA HATI SEORANG KEKASIH



Hanya namamu
di hatiku..
jiwa dan raga
Tak ‘kan berdusta
Namun terkadang cinta terusik
benci sesaat..


Seribu musim
Tak ‘kan bisa..
Menghibur hati
Yang penuh marah
Entah mengapa berpisah
Saat mulai menjalin


Suara hati seorang kekasih
Bagai nyanyian surgawi
Tak ‘kan berdusta
Walau ketamakan merajai
Diri yang penuh emosi

Jauh.. didasar hatiku
Tetap kumau..
Kau sebagai kasihku"

Tidak ada komentar:

Posting Komentar